KANAL

Pintu Kaca Gedung Balai Kota Tasik Jebol, Massa Geruduk Ruangan Wali Kota

×

Pintu Kaca Gedung Balai Kota Tasik Jebol, Massa Geruduk Ruangan Wali Kota

Sebarkan artikel ini
Massa akhirnya berhasil masuk gedung Balai Kota Tasikmalaya setelah pintu belakang jebol, Jumat (16/10/2026).*

KAPOL.ID —
Aksi unjuk rasa mahasiswa gabungan berhasil menerobos pengamanan aparat di Balai Kota Tasikmalaya, Jumat (16/10/2026).

Masaa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar se-kota Tasikmalaya berhasil menduduki kantor pemerintahan tersebut.

Informasi yang dihimpun KAPOL.ID, mulanya mereka mendapat hadangan aparat keamanan di gerbang masuk. Namun mereka merangsek dengan menaiki pagar Balai Kota.

Di depan pintu gedung, aksi bakar ban tak terhindarkan. Meski sempat dipadamkan petugas, membuat tensi massa meningkat. Bahkan hendak menerobos masuk pintu depan.

Seakan tak kehabisan akal, massa berpencar melalui pintu belakang gedung Balai Kota Tasikmalaya. Prak, pintu kaca pecah dan massa berangsur masuk.

Ruangan kerja Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menjadi salah satu sasaran. Karena terkunci, mereka memasuki ruangan sebelahnya.

​”Hari ini kami merasa kecewa, merasa tidak diindahkan. Lagi dan lagi Wali Kota Tasikmalaya hari ini tidak ada dan tidak menemui kami,” tegas korlap aksi, Teni Ramdani.

Ia mengatakan, setidaknya ada sejumlah tuntutan krusial terkait arah pembangunan kota. Terkait rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Serta kekecewaan atas kepemimpinan Wali Kota yang dinilai lebih mementingkan kegiatan seremonial dan pembangunan fisik kosmetik. Sementara kebutuhan substansi masyarakat terabaikan begitu saja.

​”Wali Kota yang maju itu bukan pembangunannya, tapi dirinya yang terus berlari untuk dirinya sendiri. Kita sudah sangat muak,” kata Teni.

Ia menegaskan massa aksi telah sepakat untuk tidak bergeming sampai mendapatkan jawaban atau respons langsung dari pimpinan daerah.

Bahkan melontarkan wacana pemakzulan sebagai bentuk penolakan atas arah kebijakan Pemkot Tasikmalaya saat ini.

​”Ini menjadi alarm dan dentuman keras untuk Wali Kota Tasikmalaya yang selalu lari dari tanggung jawabnya ketika ada penyampaian pendapat di muka umum,” katanya. ***