KABAR POLISI

Polda Jabar Gelar Rakernis Tahti 2026, Optimalkan Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Bukti yang Presisi

×

Polda Jabar Gelar Rakernis Tahti 2026, Optimalkan Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Bukti yang Presisi

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Irwasda Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Tahti Tahun Anggaran 2026 di Mapolda Jabar, Kamis (10/9/2026).

​Didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, Irwasda hadir mewakili Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.
​Rakernis tahun ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Fungsi Tahti yang Profesional, Adaptif, Responsif, Kolaboratif dan Solutif melalui Perencanaan yang Berkualitas guna Mendukung Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Barang Bukti yang Presisi.”

​Saat membacakan amanat Kapolda Jabar, Kombes Pol. Benny Subandi menekankan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tata kelola yang kian baik, pengawasan ketat, serta pelaksanaan tugas yang bisa dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan agar agenda ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan ruang evaluasi objektif dan perumusan solusi konkret di lapangan.

​”Fungsi Tahti memiliki tanggung jawab yang sangat penting karena berkaitan dengan keamanan tahanan, pemenuhan hak-hak dasar, keselamatan personel, serta keamanan dan keutuhan barang bukti dalam proses penegakan hukum,” tegas Irwasda.

​Ia juga memberikan garis bawahi bahwa dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti, tidak ada istilah kesalahan kecil. Pasalnya, satu kelalaian saja bisa memicu persoalan besar bagi proses hukum maupun institusi Polri.

​Perkuat Pengawasan dan Humanis
Lebih lanjut, jajaran Tahti diminta untuk memperkuat pengawasan dan pengamanan tahanan secara konsisten sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mulai dari pemeriksaan fisik ruang tahanan, barang bawaan, kondisi kesehatan, hingga sistem pengamanan harus diawasi ketat sebagai langkah mitigasi sebelum masalah terjadi.

​Kendati demikian, aspek kemanusiaan tetap harus dikedepankan. Status hukum sebagai tahanan tidak lantas merenggut hak-hak dasarnya sebagai manusia. Kebutuhan dasar, kesehatan, kebersihan, dan keamanan wajib dipenuhi sesuai aturan tanpa mengabaikan martabat kemanusiaan.

​Sementara itu, dalam hal pengelolaan barang bukti, Irwasda menginstruksikan agar pembenahan administrasi dan tempat penyimpanan terus diperkuat. Seluruh barang bukti harus memiliki kejelasan data dan pertanggungjawaban guna menghindari risiko hilang, rusak, tertukar, hingga penyalahgunaan wewenang.

​Optimalkan Teknologi dan Jaga Integritas
Di era digital ini, jajaran Tahti juga didorong agar adaptif dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Digitalisasi dalam pendataan, monitoring, hingga pelaporan dinilai krusial agar proses kerja kian cepat, akurat, terintegrasi, dan transparan.

​Mengakhiri arahannya, Irwasda mengingatkan bahwa secanggih apa pun sistem yang dibangun, kuncinya tetap berada pada integritas personel. Ia berpesan agar para peserta membawa semangat perubahan yang nyata ke satuan masing-masing, sejalan dengan gelora “Jaga dan Rawat Jawa Barat”.

​Melalui Rakernis Fungsi Tahti 2026 ini, jajaran Polda Jabar dituntut tidak hanya membawa pulang materi, melainkan komitmen kuat untuk menghadirkan inovasi dan perbaikan nyata dalam memberikan pelayanan yang presisi bagi masyarakat. ***