KAPOL.ID – Fenomena perang sarung yang kerap menghiasi malam Ramadan kini menjadi atensi serius aparat kepolisian.
Guna mencegah jatuhnya korban jiwa, Polsek Cimahi melakukan langkah persuasif dengan melakukan pembinaan terhadap orang tua sekaligus pendataan bagi para pelajar yang kedapatan terlibat aksi berbahaya tersebut.
Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan terkait bentrokan fisik yang bermula dari perang sarung hingga mengakibatkan sejumlah remaja mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H, mengungkapkan bahwa tradisi menyimpang ini biasanya pecah setelah waktu tarawih atau menjelang sahur. Mirisnya, aksi tersebut kerap direncanakan secara matang melalui pesan singkat di media sosial.
”Aksi ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Kami tidak ingin hal ini terus berulang,” ujar Hendra, Jumat (20/02/2026).
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, menegaskan bahwa jajarannya di lapangan tidak akan tinggal diam. Patroli rutin terus ditingkatkan untuk membubarkan setiap kerumunan remaja yang mencurigakan.
”Pihak kepolisian secara aktif membubarkan dan mengamankan remaja yang terlibat. Kami tidak akan mentolerir aksi ini dan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun pelakunya,” tegas Niko.
Tak hanya sekadar membubarkan, polisi juga memanggil para orang tua remaja yang terjaring. Tujuannya jelas: memberikan edukasi agar pengawasan di tingkat keluarga diperketat.
”Kami ingin orang tua lebih aware dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan malam hari,” tambahnya.
Niko mengingatkan, meski pelakunya rata-rata masih berstatus pelajar, mereka tetap bisa dijerat hukum jika unsur pidananya terpenuhi, seperti pengeroyokan atau kepemilikan senjata tajam yang dimodifikasi dalam sarung.
Saat ini, pihak kepolisian bersama Satpol PP Kota Cimahi terus bersinergi melakukan pengawasan di titik-titik rawan demi menjaga ketertiban umum.
”Masyarakat dan orang tua diimbau arahkan anak-anak kita untuk melakukan kegiatan positif, seperti belajar atau berolahraga. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena ikut-ikutan aksi yang tidak bermanfaat,” tuturnya
Kapolres Cimahi mengajak masyarakat untuk aktif berperan serta menjaga kondusivitas wilayah.
“Segera lapor kepada kami jika mengetahui adanya rencana perang sarung atau kegiatan negatif lainnya di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (Am)












