KANAL

Refleksi Empat Abad Sumedang: Menakar Jati Diri dan Sinergi Pembangunan

×

Refleksi Empat Abad Sumedang: Menakar Jati Diri dan Sinergi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG,KAPOL. – Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) menjadi saksi bisu khidmatnya peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang (HJS) yang digelar pada Senin (20/4/2026).

Di balik deretan panji yang berkibar, upacara ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah manifestasi kolektif untuk menengok sejarah sekaligus memproyeksikan masa depan daerah yang lebih gemilang.

Bupati Sumedang, Dr. H.Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa urgensi hari jadi terletak pada kedalaman makna refleksi dan rasa syukur. Menurutnya, transisi usia kabupaten ini harus dipandang sebagai garis batas evaluasi terhadap kinerja pemerintahan dan dinamika kemasyarakatan.

“Hari jadi bukanlah seremoni hampa makna. Ini adalah wahana kontemplasi untuk mengukur sejauh mana kita telah melangkah dan menentukan perspektif strategis mengenai arah pembangunan ke depan,” tegas Dony dalam orasinya.

Beliau menekankan pentingnya menumbuhkan rasa kepemilikan di sanubari setiap warga. Dengan kebanggaan yang kuat terhadap tanah kelahiran, partisipasi publik dalam pembangunan diharapkan akan mengalir secara organik.

Salah satu poin krusial yang digarisbawahi Bupati adalah transformasi peran Aparatur Sipil Negara (ASN). Dony menginstruksikan agar jajaran ASN bertransformasi menjadi role model dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Ketegasan ini didasari atas premis bahwa kepercayaan masyarakat (public trust) adalah modal sosial utama. “Jika ASN mampu hadir sebagai teladan, maka kepercayaan masyarakat akan menguat.

Kepercayaan inilah yang nantinya menggerakkan partisipasi aktif warga dalam setiap sendi pembangunan,” imbuhnya. Beliau juga mengingatkan agar birokrasi menjadi solusi yang suportif, bukan hambatan yang melemahkan.

Bupati membuka ruang bagi dialektika publik. Ia mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun tetap dalam koridor konstruktif. Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan berkelanjutan atas segala kekurangan.

Prestasi yang diakui pihak luar harus dirayakan sebagai keberhasilan kolektif masyarakat Sumedang. Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan hukum dan kesejahteraan sosial, rangkaian HJS ke-448 ini turut diwarnai dengan aksi nyata:

Pemusnahan barang bukti rokok ilegal (tanpa pita cukai) dan minuman keras sebagai komitmen pemberantasan barang kena cukai ilegal. Penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan penarik becak.

Penyediaan fasilitas servis motor gratis khusus bagi mitra ojol sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas ekonomi sektor informal.

Melalui perpaduan antara seremoni yang sakral dan aksi sosial yang menyentuh akar rumput, Hari Jadi Sumedang tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan solidaritas daerah menuju kesejahteraan yang inklusif.*(Guh)*