Rekonstruksi Paradigma Kepemudaan

  • Bagikan

Oleh Dhany Tardiwan Noor, S.IP
Kandidat Calon Ketua DPD KNPI
Kota Tasikmalaya

Seiring perubahan zaman dan kemajuan teknologi terus berkembang, melahirkan warna dan peluang baru, juga memiliki ancamannya tersendiri. Begitu luasnya ruang-ruang publik di dunia virtual membuat mudahnya orang-orang yang memiliki nilai (value) dan perbedaan – perbedaan bertemu.

Hal ini rentan memicu konflik antara kelompok di masyarakat, tak terkecuali kaum pemuda. Selain itu, adanya game-game online dan konten-konten yang menarik di internet seperti video, lagu, dan lainnya dapat menurunkan minat pemuda untuk bersosialisasi dan melakukan kegiatan dengan pemuda-pemuda lainnya di dunia nyata. Jika hal ini tidak diantisipasi maka kemajuan teknologi bisa menjadi ancaman bagi persatuan dan pergerakan pemuda.

Kita dapat melihat bagaimana media sosial membuka ruang-ruang pertikaian bagi mereka yang berbeda pilihan politik. Pada waktu media sosial belum secara masif diakses seluruh lapisan masyarakat, hal ini tidak terjadi. Pertengkaran akibat politik umumnya hanya terjadi di kalangan elit, baik di skala nasional maupun di level daerah.

Saat ini, pertengkaran akibat masalah politik dapat terjadi mulai dari lapisan paling bawah hingga lapisan atas masyarakat. Mulai dari remaja, hingga yang telah lanjut usia. Mulai dari Ibu rumah tangga sampai para pemangku kebijakan.

Akhir – akhir ini, sudah lumrah rasanya melihat perdebatan virtual antar keluarga, teman, atau bahkan suami istri akibat masalah politik. Jika hal ini dibiarkan, ikatan antar anak bangsa akan rapuh, dan tinggal menunggu waktu hingga bangsa ini benar-benar terpecah.

Dari permasalahan – permasalahan di atas pemuda setidaknya memiliki 3 keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Pertama, kaum muda saat ini memiliki tingkat pendidikan yang cenderung lebih tinggi dari kelompok golongan usia lainnya. Dengan tingginya edukasi ini, pemuda dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah, kabar bohong (hoax), dan memberikan pencerahan bagi kelompok masyarakat lainnya. Tingginya pendidikan juga membuat pemuda lebih peka jika ada pihak-pihak yang berusaha melakukan provokasi.

Kedua, pemuda saat ini lebih piawai dalam menghadapi perkembangan teknologi. Setiap ada perangkat dengan spesifikasi yang lebih mutakhir, pasti pemuda yang lebih dahulu berlomba-lomba memilikinya. Setiap ada aplikasi terbaru, pemuda jugalah yang lebih dahulu menggunakannya. Dengan lebih dahulunya pemuda mengadaptasi teknologi-teknologi terbaru, pemuda dapat mengantisipasi lebih dahulu, potensi-potensi konflik apa yang mungkin terjadi dengan munculnya hal-hal tersebut.

Jika pemuda lebih peka membaca potensi-potensi ini, pemuda pun dapat memikirkan solusi dari permasalahan tersebut dan melakukan sesuatu sebelum hal tersebut benar-benar terjadi.

Ketiga, pemuda memiliki kecenderungan untuk lebih open minded atau berpikiran terbuka dari kelompok masyarakat yang berusia lebih lanjut. Pemuda cenderung lebih dapat menerima perbedaan dan ide-ide baru, karena pemuda kebanyakan belum memiliki suatu pandangan yang keras atas hal-hal tertentu.

Hal ini jika dioptimalkan akan memudahkan adanya diskusi antar pihak-pihak yang berbeda pandangan, baik karena perbedaan suku, agama, politik, maupun perbedaan lainnya.

Saya memiliki harapan bahwa para pemuda bisa kembali membangkitkan semangat kepemudaan dengan cara berpartisipasi sesuai bidangnya masing-masing dalam membangun bangsa. Tabuh kembali genderang diskusi-diskusi publik dan kolaborasi antar kelompok-kelompok pemuda. Gemakan kembali gerakan-gerakan kreatif dan inovatif yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa bukan terjebak pada isu perpecahan bangsa. Manfaatkan kemajuan teknologi yang ada untuk membuat terobosan – terobosan baru yang mampu mengguncang dunia.

Sebagaimana kita meyakini yang tertulis didalam Al – Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 10, (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa:

“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

Akhirnya saya meyakini bahwa pemuda Indonesia masa kini dapat membuat perubahan-perubahan yang luar biasa, dan memberikan sumbangsih nyata untuk kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salam Pemuda!***

  • Bagikan