KAPOL.ID — Wilayah Kabupaten Tasikmalaya begitu luas dengan jumlah penduduk yang banyak. Sementara pemerintahnya memiliki fasilitas kesehatan berupa rumah sakit baru satu unit, yaitu RSUD KHZ Musthafa.
Dari segi kapasitas, RSUD KHZ Musthafa masih sangat terbatas. Belum proporsional jika dibandingkan dengan rasio jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 2 juta jiwa.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengakui kondisi tersebut saat melakukan kunjungan ke RSUD KHZ Musthafa, Rabu (6/4/2026). Misalnya terkait kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Pada sektor kesehatan kami akui memang masih ada kekurangan. Misalnya IGD di sini (RSUD KHZ Musthafa, Red.) menurut saya masih kurang. Bayangkan saja cuma ada 26 bed tambah 23 cadangan, sedangkan jumlah penduduk lebih dari 2 juta orang. Maka harus ada perluasan kapasitas lagi,” terang Asep Sopari.
Keterbatasan kapasitas tersebut sesekali memang menjadi kendala sehingga pelayanan tidak maksimal. Misalnya saat pasien meningkat sementara ruangan sudah penuh.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kata Asep Sopari, Pemkab Tasikmalaya saat ini sedang berupaya memperkuat fasilitas kesehatan. Di samping menambah kapasitas di rumah sakit yang ada, juga meningkatkan status RSUD Tani Nelayan Tasikmalaya (TNT) di Cikatomas menjadi Rumah Sakit Tipe D.
“Untuk meningkatkan status RSUD TNT di Cikatomas itu kami akan dukung anggarannya supaya jadi Rumah Sakit Tipe D. Karena itu kami mohon dukungan dari semua pihak. Jadi, nanti orang wilayah selatan tidak mesti ke sini, ke TNT saja,” tambah Asep Sopari.
Selain itu, Pemkab Tasikmalaya juga akan memaksimalkan fungsi Puskesmas. Sebelum ke rumah sakit sebisa mungkin penanganan pasien bisa tertangani oleh tenaga medis di Puskesmas. Tentu membutuhkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan prima.
“Selain layanan prima dari tenaga kesehatan, satu hal yang paling penting: yaitu masyarakat juga harus pandai-pandai menjaga pola hidup. Jaga kesehatan,” lanjut Asep Sopari.
Pola hidup sehat dari masyarakat dinilai Asep Sopari sebagai salah satu upaya mengurai penumpukan pasien di RSUD KHZ Musthafa. Sebab ia kerap menyaksikan tiap pagi pasien di IGD begitu banyak bahkan seperti laron mendatangi cahaya lampu di tengah kegelapan.
“Kami itu kan sifatnya menolong. Kuncinya tetap di masyarakat agar menjaga kesehatan. Kami juga terus mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga mencapai 100 persen,” tandas Asep Sopari.
Di pihak lain, Direktur Utama RSUD KHZ Mustafa, dr. Elli Hendalia mengaku sudah maksimal dalam pelayanan. Terlepas dari kapasitas yang terbatas. Terutama setelah Idulfitri, lonjakan pasien sangat tinggi dan itu menjadi tantangan tersendiri.
“IGD kami ini secara penanganan sudah maksimal. Tapi beberapa hari lalu memang ada peningkatan kasus, seperti di rumah sakit lain juga sama. Jadi antriannya panjang saat masuk ke ruangan.” kata Elli.
Dalam antrian juga sebetulnya pihak rumah sakit menyediakan layanan transit bagi pasien. Kata Elli, saat transit itu memang membutuhkan kesabaran dari masyarakat juga.
“Nah, kadang pada saat transit itu memang harus sabar. Karena kami harus melakukan fasilitasi untuk reposisi ranjang dan lain sebagainya. Pada langkah-langkah itu kadang suka timbul persoalan,” pungkas Elli.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv









