BIROKRASI

Sabotase Bendung Rengrang, Bupati Sumedang Murka, Ancam Sikat Pencuri Aset Negara!

×

Sabotase Bendung Rengrang, Bupati Sumedang Murka, Ancam Sikat Pencuri Aset Negara!

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE  — Nadanya tegas, lugas, dan tanpa kompromi. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyuarakan amarah publik saat meninjau langsung kawasan vital Bendung Rengrang.

Lewat sebuah unggahan video di akun media sosial pribadinya, @donyahmadmunir, pada Kamis (6/8), Dony membongkar praktik kejahatan penjarahan aset negara yang tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat luas.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, sang kepala daerah mendapati fakta miris: fasilitas pengatur debit air itu tak lagi utuh akibat digerogoti oleh tangan-tangan jahil.

Sejumlah komponen penting mulai dari baut-baut besi penguat, struktur penyangga, hingga bagian pada pintu air lenyap digondol pencuri.

Dony menegaskan bahwa penjarahan ini bukan sekadar tindak kriminalitas biasa, melainkan aksi sabotase langsung terhadap fungsi teknis bendungan dan keselamatan warga sekitar.

“Aset-aset vital di Bendung Rengrang ini dirusak dan dicuri, mulai dari baut besi hingga komponen pintu air. Tindakan nekat ini berdampak sangat fatal terhadap keamanan teknis dan keselamatan masyarakat. Saya ingatkan dengan keras, jangan pernah coba-coba lagi mengambil barang apa pun dari kawasan ini!” tegas Dony dalam pencerahannya di lokasi.

Merespons potensi bahaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang menginstruksikan pengawasan dan penjagaan ketat di seluruh area Bendung Rengrang.

Pihak-pihak terkait saat ini tengah melakukan identifikasi dan inventarisasi menyeluruh terhadap barang-barang yang hilang sebagai landasan berkas laporan pidana ke kepolisian.

Dony menjamin, tidak ada ruang kompromi maupun jalan damai bagi para oknum penjarah fasilitas publik. Siapa pun yang terbukti terlibat dipastikan akan diseret ke proses hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Bupati Sumedang memanggil kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat, terutama warga desa di sekitar kawasan bendungan, untuk terlibat aktif pasang mata dan telinga.

Ia menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik dalam menjaga objek vital daerah adalah kepedulian warga setempat. Masyarakat diminta segera melapor jika mendapati pergerakan mencurigakan yang mengancam keutuhan Bendung Rengrang. (Guh)***