Silaturahmi Virtual, Bupati Sumedang dengan Gubernur Jabar

  • Bagikan

KAPOL.ID – Usai melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Sumedang, Bupati H. Dony Ahmad Munir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumedang Susi Gantini mengikuti silaturahmi secara virtual bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara, Kamis (13/5/2021).

Dalam video conference yang diikuti oleh Kepala Daerah di 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat in Ridwan Kamil mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun kedua lebaran yang dirayakan umat Islam di tengah pandemi Covid-19.

Sehingga memaksa semua orang tetap di rumah, meminimalisir pertemuan dan mobilitas, bahkan pemerintah telah melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik.

“Kami merasakan bagaimana sedihnya merayakan Idul Fitri dengan larangan mudik. Beberapa keputusan yang mungkin dirasakan tidak nyaman oleh masyarakat harus kita ambil. Namun bagaimanapun, di tahun kedua lebaran ini pandemi Covid-19 belum usai,” tuturnya.

Ia melaporkan, setiap tahunnya ada sekitar enam juta warga Jawa Barat yang melakukan mudik.

Satu persen dari enam juta tersebut diperkirakan lolos dalam penyekatan mudik dan sisanya sembilan puluh sembilan persen diklaim taat pada aturan pemerintah.

“Kalau di Jawa Barat ini pemudik ada sekitar 6 juta orang dan yang ngotot ingin mudik dalam catatan kita hanya 1 persen. Jadi ada 99 persen warga Jawa Barat taat dengan aturan pemerintah,” ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Emil.

Dilaporkan Emil, sebelum pelaksanaan Idul Fitri angka keterisian rumah sakit di Jawa Barat setahun terakhir mencapai rekor terendah, hanya 30 %.

Padahal Tahun 2020 rata-rata keterisian rumah sakit mencapai 50 sampai 60 %, kemudian naik 80 % di awal Januari 2021 dan sebelum Lebaran ini turun drastis menjadi 30 %.

“Saya haturkan terima kasih kepada Bupati dan Walikota yang sudah dapat mengendalikan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Jangan menurunkan kewaspadaan seperti di India di mana ribuan orang meninggal setiap hari karena euforia vaksinasi dianggap sudah berhasil,” ungkapnya.

Terakhir Emil berpesan kepada para kepala daerah agar larangan mudik dan piknik terus dikumandangkan sampai berakhir tanggal 17 Mei 2021

“Larangan mudik dan piknik itu terus kita kumandangkan sampai tanggal terakhir, di tanggal 17 Mei. Jangan sampai rakyat marah, mudik dilarang tapi pariwisata tidak terkendali. Jadi kita pastikan tempat keramaian harus siaga dan waspada,” pungkasnya. ***

  • Bagikan