KAPOL.ID –
Aksi teaterikal lintas komunitas seni berlangsung hampir sepanjang hari di depan Taman Kota Tasikmalaya, Senin (2/11/2026). Mereka datang sejak pagi dengan membawa berbagai peralatan serta kostum.
Ada yang membawa kompor dan wajan, aksi melukis hingga orang-orangan berkostum. Aksi bertajuk Masyarakat Buleud Melawan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Imbauan klakson tiga kali kendaraan dari peserta aksi disambut pengemudi mobil berwarna putih dengan acungan tiga jari ke udara pada petang hari.
Tak lama berselang, dua lelaki berboncengan dari kalangan gen Z malah meneriakan hidup Jokowi sambil tersenyum.
Koordinator aksi, Naza Putri mengatakan, aksi ini dilatarbelakangi Sekretariat Buleud Art di Kompleks eks Setda Kabupaten Tasikmalaya bakal diratakan pemerintah setempat. Kawasan tersebut akan dibangun lahan parkir.
“Sudah beberapa hari ini belum ada dialog untuk menyampaikan aspirasi.
Kita sudah melayangkan surat audiensi, tapi jawabannya normatif saja dari yang berwenang.”
“Ada informasi pembongkaran akan berlangsung pada tanggal 3 atau 4 November ini. Makanya kami turun ke jalan,” katanya.
Ia mengatakan, selama 15 tahun terakhir sekretariat tersebut dirawat oleh berbagai komunitas seni. Bahkan saat pertama kali ditempati kondisinya memprihatinkan.
Dari semangat tersebut, banyak pula seniman dan budayawan seperti Acep Zamzam Noor, Soni Farid Maulana, Wit Jabo berinteraksi dengan penggiat lainnya di sana.
“Pembongkaran ini bukan hanya berbicara pembubaran fisik bangunan, tetapi ruang berkreasi di Tasikmalaya.”
“Ruang kreatifitas yang semestinya difasilitasi pemerintah, hari ini terancam,” katanya. ***












