BIROKRASI

Soroti Kualitas Proyek Inpres Rp 36 Miliar, Warga Buahdua: Jangan Main-Main dengan Urat Nadi Ekonomi Kami

×

Soroti Kualitas Proyek Inpres Rp 36 Miliar, Warga Buahdua: Jangan Main-Main dengan Urat Nadi Ekonomi Kami

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Harapan besar warga perbatasan Sumedang-Indramayu untuk memiliki akses jalan yang layak kini dibayangi kekecewaan.

Proyek peningkatan jalan ruas Burujul–Sanca di Kecamatan Buahdua yang menelan anggaran Rp36 Miliar dari dana Instruksi Presiden (IJD) mendadak viral setelah kualitas pengerjaannya diprotes keras oleh warga setempat.

Aksi protes yang terekam dalam video berdurasi singkat di media sosial tersebut memperlihatkan kondisi fisik drainase yang sangat rapuh.

Seorang warga dalam video itu tampak dengan mudah merontokkan material beton drainase hanya dengan sentuhan tangan, sebuah indikasi kuat adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis (spek) dalam campuran material.

Bagi masyarakat Buahdua, perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer ini adalah momen yang sudah dinanti bertahun-tahun. Akses ini merupakan “urat nadi” utama yang menggerakkan roda ekonomi, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses layanan kesehatan bagi warga perbatasan.

“Kami sudah sangat lama menunggu jalan ini diperbaiki. Ini adalah jalur vital bagi kami untuk mencari nafkah dan beraktivitas ke Indramayu maupun ke pusat Sumedang. Jangan sampai anggaran besar dari pusat ini dijadikan ajang cari untung dengan mengurangi kualitas pembangunan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya ke kapol.id (22/6/2026)

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Secara teknis, drainase adalah fondasi utama pelindung badan jalan. Jika saluran air dibangun dengan kualitas “asal jadi”, maka air dipastikan akan merembes ke bawah struktur aspal, yang mengakibatkan jalan cepat berlubang dan amblas dalam waktu singkat.

“Kalau drainasenya saja sudah hancur sebelum proyek selesai, bagaimana nasib jalannya nanti? Kami tidak mau jalan ini hanya bagus saat peresmian, lalu hancur lagi dalam beberapa bulan. Itu namanya pemborosan uang negara,” tegasnya

Masyarakat juga melontarkan kritik pedas terhadap fungsi pengawasan dari pihak terkait. Meski dikabarkan jajaran Pemerintah Kecamatan Buahdua telah meninjau lokasi, warga menilai kunjungan tersebut belum membawa perubahan signifikan pada kualitas pengerjaan di lapangan.

Warga mendesak pihak pelaksana proyek untuk tidak “bermain-main” dengan spesifikasi fisik bangunan. Mereka menuntut adanya audit transparan dan perbaikan menyeluruh pada bagian-bagian yang dianggap cacat mutu.

Seiring dengan viralnya video tersebut, masyarakat Buahdua warga menuntut langkah nyata dari pihak-pihak berwenang. Dinas PUPR Kabupaten Sumedang didesak segera melakukan uji petik dan tes kekuatan terhadap pembangunan Drainase dimaksud

Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum diharapkan memantau penggunaan dana IJD agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan publik.

Kontraktor Pelaksana diminta untuk segera membongkar dan membangun ulang bagian drainase yang rapuh sesuai dengan standar kontrak yang telah disepakati.

Masyarakat menegaskan akan terus melakukan pengawasan partisipatif hingga proyek ini tuntas dengan kualitas yang layak. “Kami akan terus mengawal. Ini uang rakyat, dan ini adalah jalan masa depan kami. Jangan coba-coba dikhianati,” tutup pernyataan warga. (Teguh)***