Tanah Bergerak, Puluhan Rumah di Bantarkalong Terdampak

Tanah
Dinding rumah belah akibat pergerakan tanah di Kecamatan Bartarkalong. Hasil asesmen BPBD Kabupaten Tasikmalaya, yang terdampak sampai puluhan rumah; rusak ringan dan berat. (Foto: dok. BPBD Kabupaten Tasikmalaya)

KAPOL.ID ā€“ Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, khusunya di wilayah selatan, masih harus berjibaku dengan bencana alam. Ada wilayah yang terendam banjir, dilanda longsor, hingga terancam pergerakan tanah.

Salah satu kejadian cukup berat ada di Kecamatan Bantarkalong. Di sana terjadi pergerakan tanah akibat guyuran hujan deras di Kampung Ciketug, Desa Parakanhonje, Sabtu (24/9/2022).

Akibat pergerakan tanah tersebut, puluhan rumah terdampak. Sebanyak 35 rumah mengalami rusak ringan. Sementara yang mengalami rusak berat hanya satu rumah.

Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Tasikmakaya, pergerakan tanah di Kampung Ciketug masih suka terjadi, seiring dengan curah hujan yang masih suka turun. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmakaya, Kurnia Trisna Somantri menyampaikan informasi tersebut pada Rabu (28/9/2022).

ā€œSementara, itu data hasil asesmen petugas kami di lapangan. Dari 35 rumah yang mengalami rusak ringan itu ada 40 kepala keluarga. Adapun dalam satu rumah yang rusak berat ada satu kepala keluarga yang terdiri dari 4 jiwa,ā€ terang Kurnia.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Kurnia, BPBD Kabupaten Tasikmalaya terus menjalin koordinasi dengan Badan Geologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Jawa Barat. Terutama akan kemungkinan terjadinya longsor dalam kapasitas besar.

Di samping hujan deras yang terus menerus, dugaan penyebab pergerakan tanah itu juga karena adanya aktivitas tambang batu ziolit di sekitar permukiman. Karena itu harus selalu waspada.