SUMEDANG, KAPOL.ID — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia yang akrab disapa Akur memberikan apresiasi tinggi atas penempatan Deni Nurdani Supandi sebagai Camat Cimanggung definitif yang baru. Tak perlu menunggu lama, sang camat langsung tancap gas bekerja di hari pertamanya dilantik.
Menurut Akur, momentum hadirnya kepemimpinan definitif di Kecamatan Cimanggung ini langsung dimanfaatkan untuk mematangkan rencana strategis yang sempat tertunda, yakni kelanjutan program Normalisasi Sungai Cimande di Sektor 1 wilayah Desa Sindangpakuon.
“Kenapa perlu segera dimatangkan? Sebab sebelumnya, saat diskusi mengenai revitalisasi Sungai Cimande bergulir, belum ada sosok camat definitif,” ujar Akur saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Kini dengan hadirnya kepemimpinan yang pasti, penanganan sungai yang menjadi urat nadi mitigasi bencana banjir tersebut dapat segera didorong dengan intensitas penuh.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang menaungi Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung, Akur menaruh harapan besar agar pengerjaan fisik di lapangan dapat dieksekusi tanpa penundaan.
Dalam aksinya, Fraksi Partai Golkar turut mengambil peran dengan memberikan bantuan konkret. Pengerjaan di Sektor 1 Desa Sindangpakuon ini direncanakan berlangsung selama delapan hari, di mana pembiayaan dan pengerjaan untuk dua hari awal disokong penuh oleh Partai Golkar mulai tanggal 2 November 2026.
“Jika normalisasi ini tuntas kita lakukan, tentu potensi banjir yang kerap melanda sebagian wilayah Sindangpakuon seiring masuknya musim hujan saat ini bisa kita cegah,” tegasnya.
Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa uluran tangan dari Partai Golkar ini sifatnya adalah stimulan dan bentuk gotong royong bersama warga, sebab penanganan banjir pada dasarnya tetap menjadi kewajiban mutlak pemerintah daerah.
Sebagai informasi, penanganan komprehensif Sungai Cimande terbagi menjadi tiga sektor dengan total panjang mencapai 3.500 meter. Saat ini, fokus pengerjaan fisik tengah berjalan di Sektor 3, tepatnya di wilayah Desa Cihanjuang, sepanjang kurang lebih 567 meter.
Terkait dukungan anggaran secara menyeluruh, Akur mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak eksekutif, khususnya Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang.
“Ini kan menyangkut skala prioritas. Pertanyaannya sederhana, lebih berat mana: pembenahan setelah bencana banjir atau langkah antisipasi sebelum banjir itu datang?” pungkasnya.***






