Vaksinasi Guru Kabupaten Tasik Baru 10 Persen, Jauh dari Siap Belajar Tatap Muka

  • Bagikan
Pemberlakuan belajar tatap muka dicanangkan berlaku Juli 2021. Tapi vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan baru 10 persen. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya akan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat, terkait memberlakukan sistem belajar tatap muka. Rencananya Juli 2021.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya pun melakukan sejumlah persiapan. Di samping kesiapan alat pendukung protokol kesehatan di sekolah, juga berharap vaksinasi guru selesai sebelum Juli 2021.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya sendiri membawahi sebanyak 1.087 sekolah dasar, 268 sekolah menengah pertama, dan 1500 pendidikan anak usia dini. Total tenaga pendidik dan kependisikan sebanyak 12.700 orang.

“Kami terus berupaya menyiapkan agar pelaksanaan tatap muka nanti benar-benar aman dari Covid-19. Jangan sampai bertambah lagi klaster sekolah,” ujar Dadan Wardana, Kadisdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Senin (22/03/21).

Disdikbud sendiri amat memahami keluhan orangtua siswa, termasuk siswa dan guru. Karena sudah lelah dengan pembelajaran dalam jaringan (Daring). Tetapi apa boleh buat, kondisinya masih pandemi Covid-19.

Dadan mengakui kalau pihaknya lebih mengedepankan keselamatan dan kesehatan warga pendidikan. Ia berharap masyakarat dapat memahaminya.

Memang beberapa waktu lalu sempat ada sembilan kecamatan, lalu mengerucut menjadi tujuh; yang menyatakan kesiapan tatap muka. Tapi menurut daftar periksa Disdikbud, ternyata belum memungkinkan.

“Vaksinasi tendik dan kependidikan juga baru sekitar 10%, ASN dan non-ASN. Itu juga divaksinnya di lingkungan tempat tinggalnya, bukan vaksin dari kami, Disdikbud,” lanjutnya.

Karena itulah Dadan sangat berharap permohonan yang pihaknya ajukan untuk ketersediaan vaksin dapat segera terkabul. Agar ketika waktunya tatap muka bisa terlaksana.

Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya membenarkan atas permintaan Disdikbud. Namun semuanya akan terlaksana secara bertahap.

“Kalau data validnya belum kami terima, berapa guru yang sudah divaksin. Tapi bertahap, kami masukan pada vaksinasi kategori pelayan publik,” terang Atang Sumardi, Kabid P2P DKPP Kabupaten Tasikmalaya.

  • Bagikan