KAPOL.ID – Polisi berhasil menangkap tujuh orang pelaku perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cianjur ynag sempat viral di medsos
Diketahui, salah satu pelaku perundungan merupakan sudah dewasa dan menjadi otak aksi tersebut.
“Setalah mendapatkan laporan ada aksi perundungan dan penganiayaan melalui video yang beredar pada Jumat (16/7/2023) malam, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan,” ucap Kapolsek Pacet, AKP Hima Rawalasi, Minggu (18/6/2023).
Akhirnya, anggota mengetahui identitas para pelaku perundungan tersebut dan dirangkap.
Sebanyak tujuh orang pelakunya, yakni pelaku inisial AJ (22), kemudian enam pelaku lainnya yang masih anak-anak berinisial RJ, PN, ARY, DR, AS, dan MPA.
“Aj merupakan otak pelaku dan pimpinan dari kelompok pelajar yang melakukan perundungan terhadap korban,” kata dia.
“AJ ini otak pelakunya yang mengajak pelaku lainnya untuk melakukan tindak perundungan dan kekerasan terhadap korban yang merupakan siswa dari sekolah lain,” ujarnya.
Hina mengatakan, mereka melakukan aksinya di sebuah vila di kawasan Cipanas.
“Awalnya korban ini dicegat kemudian dibawa ke vila. Di lokasi tersebut terjadi aksi perundungan terhadap korban,” katanya.
Ketujuh pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Pacet untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk pelaku yang masih berstatus pelajar dan usianya di bawah umur didampingi juga oleh orang tuanya,” kata dia.
“Atas perbuatannya ketujuh pelaku dijerat dengan pasal 76 c juncto pasal 80 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pepelaku terancam hukuman pidana kurungan penjara selama 3 tahun enam bulan.
Sebelumnya, sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Cianjur menjadi korban kekerasan dan perundungan.
Bahkan para korban disuruh bersujud sambil mencium kaki para pelaku.
Video aksi perundungan pelajar yang diduga dilakukan di salah satu komplek vila di Kawasan Cipanas itupun viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 38 detik itu, tampak beberapa siswa SMP disuruh oleh seseorang yang merekam video untuk mulai bersujud kepada pelajar lain yang ada di depannya.
Satu per satu korban bersujud dan mencium kaki para pelaku yang duduk.
Namun, saat hendak mencium pelaku terakhir, para korban malah mendapat tindak kekerasan.
Pelaku menendang bagian wajah korban, kepala, hingga badan korban.
Sambil meringis menahan sakit, korban kembali duduk di tepi salah satu rumah di lokasi kejadian. ***











