KAPOL.ID – Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyebut guru Taman Kanak-kanak sebagai garda terdepan pendidikan. Tanpa IGTKI-PGRI, Program Wajib Belajar 13 Tahun tak akan berjalan optimal.
“IGTKI-PGRI puluhan tahun membangun fondasi pendidikan anak usia dini di Tasikmalaya. Wajar 13 Tahun yang dimulai dari TK tidak akan tercapai tanpa dukungan para guru ini,” kata Asep, Selasa (19/5/2026).
Asep mendorong IGTKI-PGRI terus tumbuh jadi organisasi solid, inovatif, dan melahirkan pendidik profesional. Pemkab Tasikmalaya, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi demi PAUD yang berkualitas, merata, dan terjangkau.
Ia juga menilai guru TK sebagai pejuang pendidikan. Mereka menanamkan karakter, kedisiplinan, dan cinta belajar sejak usia dini.
Sebagai dukungan nyata, Pemkab Tasikmalaya menargetkan mendirikan 15 TK Negeri pada 2027. Rencana itu jadi langkah awal mewujudkan minimal 1 TK Negeri di tiap kecamatan.
“Insya Allah tahun 2027 kami targetkan 15 TK Negeri. Ke depan, setiap kecamatan punya minimal 1 TK Negeri,” ujar Asep.
Pembangunan TK Negeri juga membuka peluang karier. Guru TK swasta yang selama ini mengabdi berpeluang ikut rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Ini terobosan memperluas akses PAUD sekaligus memberi kepastian masa depan bagi guru TK,” tegas Asep.






