BIROKRASI

Dorong Visi 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Buka Akad Massal 62 Ribu KPR

×

Dorong Visi 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Buka Akad Massal 62 Ribu KPR

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE — Dalam momentum penting akselerasi pemenuhan hunian layak bagi masyarakat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Akad Massal 62 Ribu Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera pada Kamis (30/7/2026).

Peresmian ini menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam mendorong Visi 3 Juta Rumah per tahun demi mengikis angka backlog perumahan secara masif dan terukur.

Dalam amanatnya, Kepala Negara menyampaikan pandangan strategis terkait pentingnya sikap adaptif dan inovatif dalam tata kelola infrastruktur kerakyatan. Beliau secara khusus menyoroti keberhasilan program perumahan di India yang mampu membangun 40 juta unit rumah dalam jangka 12 tahun atau rata-rata 3 juta unit per tahun.

“Sebuah bangsa yang ingin maju tidak boleh ragu maupun malu untuk belajar dari pengalaman terbaik negara lain. Kita sedang mempelajari secara mendalam skema, efisiensi teknologi, serta ketepatan eksekusi agar target penyediaan jutaan hunian berkualitas bagi rakyat dapat terwujud secara berkelanjutan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada efisiensi pembiayaan, ketersediaan lahan, dan penerapan rekayasa teknis konstruksi modern. Pengadopsian metode-metode terbaik dunia diharapkan menjadi katalis percepatan pembangunan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Prosesi peresmian secara resmi ditandai dengan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim serta penekanan tombol peresmian oleh Presiden Prabowo, didampingi jajaran menteri kabinet terkait.

Suasana hangat penuh optimisme mewarnai penyerahan KPR secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat. Selain memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan bermartabat bagi puluhan ribu keluarga Indonesia, langkah progresif ini diyakini mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional mulai dari penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi hingga menggeliatkan industri bahan bangunan lokal.***