KAPOL.ID –
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman meminta jangan sampai ada dobel penerima bantuan sosial. Selama tiga hari ini slot untuk 17.590 dari APBD Kota Tasikmalaya didistribusikan ke penerima.
Sebab ada porsi masing-masing baik dari pusat, provinsi maupun daerah. Tidak bisa satu penerima dapat dua atau lebih slot bantuan.
“Maka dari itu RW dan RT dilibatkan. Yakinkan betul ini sudah didata dan belum mendapatkan bansos dari slot manapun,” katanya seusai memantau di Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes, Senin (11/5/2020).
Sebab, kata dia, pengurus wilayah sangat tahu kondisi warga termasuk juga administrasi kependudukan. Terutama yang meninggal masih terus muncul dalam database pemerintah.
“Masih ditemukan NIK dan KK yang beda jumlah digit dan lainnya. Itu juga akan kita bereskan sambil berjalan.”
“Kalau tidak diurus, selamanya bakal muncul meski sudah meninggal. Ini pentingnya akte kematian, akan ditindaklanjuti oleh Disduk nanti,” ujarnya.
Ia juga menyarankan tak segan mencoret jika ASN bahkan pejabat masuk dalam 17.590 Kepala Rumah Tangga Sasaran (KRTS).
“Pejabat berpenghasilan tetap mohon maaf, masyarakat yang terdampak dahulu. Kita fleksibel,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, penerima bantuan juga ditempeli stiker penanda di dinding rumah. Di Kecamatan Cibeureum salah satunya, rumah karyawan koperasi yang dirumahkan.
“Ini adalah contoh warga miskin baru terdampak covid-19. Tadi ada beberapa yang dipasangi stiker bersama tim gabungan,” ujar Wakil Wali Kota Tasikmalaya, H. M. Yusuf saat dihubungi KAPOL.ID.***












