KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Nama Kota Bandung kembali harum di kancah nasional lewat sektor peternakan. DSP Farm, peternakan sapi dan domba lokal yang dikelola oleh generasi muda, kembali mendapat kehormatan besar sebagai pemasok hewan kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia untuk tahun 2026.
Kepercayaan dari Istana Negara ini bukan yang pertama kali. Prestasi gemilang tersebut menjadi tahun keenam secara berturut-turut bagi DSP Farm dalam menyediakan sapi kurban pilihan bagi orang nomor satu di Indonesia.
Peternakan yang berlokasi di Jalan Palintang No.55, Kota Bandung ini, kini tengah sibuk mempersiapkan sejumlah sapi berbobot monster alias jumbo. Sapi-sapi ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk untuk kebutuhan kurban Presiden di jantung Kota Kembang.
Pemilik DSP Farm, Vandri Dwitama menceritakan, roda usaha peternakan yang dikelolanya ini tidak dibangun dalam semalam. Ia merintisnya dari bawah sejak belasan tahun lalu.
“Kami mulai beternak domba sejak 2010 dan berkembang ke sapi pada 2014. Alhamdulillah, di bawah naungan DKPP Kota Bandung, sudah enam tahun berturut-turut DSP Farm dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden RI,” ujar Vandri di lokasi peternakannya, Selasa (19/5/2026)
Ada Sapi ‘Pamor’ untuk Masjid Al-Ukhuwah
Saat ini, di kandang DSP Farm berjejer sedikitnya 10 ekor sapi berukuran raksasa dengan bobot di atas satu ton. Tiga di antaranya sudah dipesan khusus untuk ibadah kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menariknya, salah satu sapi terbaik yang diberi nama “Pamor” dijadwalkan akan diserahkan langsung ke Pemerintah Kota Bandung untuk disembelih di Masjid Agung Al-Ukhuwah. Selain Pamor, ada pula sapi-sapi unggulan lain yang diberi nama Janata, Sanjaya, dan Tampomas dengan bobot ekstrem mencapai 1,2 hingga 1,3 ton.
Vandri menegaskan, kepercayaan yang terus mengalir dari lingkaran Istana tidak lepas dari komitmennya menjaga kualitas lini ternak, terutama dari aspek kesehatan dan ketatnya pengawasan medis.
“Untuk sapi Banmas itu tentu harus yang terbaik dan terbesar, bobotnya ekstrem di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis sangat dijaga ketat. Mulai dari pengecekan cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD. Semua sapi di sini dipastikan sudah divaksin oleh pemerintah,” ungkapnya
Secara keseluruhan, jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, DSP Farm mengelola sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi kelas menengah berbobot 700-900 kilogram, serta sekitar 80 ekor sapi kelas ekonomis untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat umum.
Pasar DSP Farm pun kini sudah melanglang buana menembus batas kota. Untuk wilayah timur pengiriman terjauh mencapai Brebes, Jawa Tengah, sedangkan ke arah barat menjangkau wilayah Tangerang.
Bukti Kualitas Peternak Muda Bandung Juara
Pencapaian ini menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi Vandri. Sebagai bagian dari generasi peternak milenial di Kota Bandung, predikat ini menjadi tantangan tersendiri untuk terus merawat kualitas.
Ia mengakui, jika bicara soal kuantitas atau populasi ternak, Kota Bandung memang kalah melimpah dibanding daerah tetangga seperti Kabupaten Bandung atau Garut. Namun, urusan kualitas, Kota Bandung siap diadu di level nasional.
“Happy banget, bangga banget. Kita bisa dibilang peternak milenial di Kota Bandung yang terus dipercaya setiap tahun. Kalau cari jumlah populasi sapi mungkin kita kalah banyak, tapi kalau soal kualitas sapi dan domba, Kota Bandung juara dan bisa dipercaya,” katanya
Kualitas jempolan DSP Farm juga dibuktikan lewat torehan prestasi di ajang kontes ternak nasional. Baru-baru ini dalam kontes sapi di kawasan Unpad, mereka berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus.
Bahkan, salah satu sapi legendaris besutan DSP Farm yang bernama “Redam”, dinobatkan sebagai sapi terbesar kedua di Indonesia dengan bobot mencengangkan mencapai 1.387 kilogram. Saat ini, si Redam tengah berada di Wonosobo untuk persiapan kontes lanjutan.
“Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun kompetisinya, yang utama adalah membawa nama baik Kota Bandung,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang berminat, hewan kurban di DSP Farm dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2 juta untuk domba dan mulai dari Rp20 juta untuk kategori sapi. Sementara untuk sapi kelas kontes dengan spesifikasi khusus dan kualitas premium, harganya bisa menembus angka fantastis.
”Paling mahal kami pernah menjual sapi seharga Rp200 juta per ekor untuk kebutuhan kontes,” pungkas Vandri menutup pembicaraan. (Am)






