BISNIS

Dulang Kampung Naga, Bikin Nasi Makin Pulen dan Harum

×

Dulang Kampung Naga, Bikin Nasi Makin Pulen dan Harum

Sebarkan artikel ini
Dulang masih lestari di Kampung Adat Naga Salawu Kabupaten Tasikmalaya.*

KAPOL.ID –
Bagi sebagian orang apalagi yang tinggal di perkotaan, mungkin terdengar asing dengan Dulang.

Dulang merupakan sebuah alat untuk (ngakeul) mengoleh nasi yang baru diangkat dari tungku setelah matang.

Peralatan berbahan baku kayu ini ternyata bukan hanya sekadar berfungsi untuk menggoleh nasi yang telah matang saja. Ternyata akan menambah rasa berbeda pada nasi itu.

“Silahkan saja coba, antara nasi yang ‘diakeul’ di dalam dulang. Dengan nasi yang telah masak dan langsung dimakan,” kata Abah Otoy, Kepala Dusun Kampung Adat Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (14/2/2023).

Selain rasanya berbeda, tambah dia, nasi yang ‘diakeul’ di dalam dulang akan memunculkan aroma nasi yang harum.
Juga akan bisa membangkitkan selera makan.

Di Kampung Adat Naga yang berada di Desa Neglasari Kecamatan Salawu, masyarakat masih setia menggunakan dulang. Bahkan banyak juga yang suka membuat dulang.

“Sekalipun yang membelinya kebanyakan masih warga sekitar sini, Alhamdulillah yang pesan mah selalu ada pak,” kata Ino, pembuat dulang.

Ia mengatakan, satu unit dulang Kampung Naga berkisar antara Rp 200.000-400.000, tergantung ukuran. Bahkan ukuran lebih besar untuk menumbuk di saung mencapai Rp 1 juta.

“Kayu yang digunakannya juga, bukan asal kayu saja. Tapi harus yang kualitasnya bagus, seperti kayu pohon nangka yang sudah tua,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan pembuatan satu buah dulang ukuran kecil, biasanya paling cepat bisa selesai selama tiga hari.

“Karena dikerjakan secara manual dan bahan baku kayu harus bagus sehingga ada harganya,” ucap Ino yang sudah lama menggeluti usaha tersebut. ***