BISNIS

Peduli Lingkungan, KAI Daop 2 Bandung Terus Konsisten Salurkan Bantuan TJSL Tepat Sasaran

×

Peduli Lingkungan, KAI Daop 2 Bandung Terus Konsisten Salurkan Bantuan TJSL Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membuktikan komitmennya bukan sekadar operator transportasi, melainkan juga mitra pembangunan bagi masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sepanjang tahun 2025 saja, KAI Daop 2 telah menggelontorkan bantuan mencapai Rp1.117.116.753.

​Bantuan tersebut tersebar merata di berbagai titik wilayah kerja Daop 2, mulai dari Kabupaten Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Ciamis, Tasikmalaya, hingga Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya.

​Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menegaskan bahwa TJSL merupakan jembatan kepedulian perusahaan terhadap warga yang bersentuhan langsung dengan wilayah operasional kereta api.

​“KAI tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut serta dalam pembangunan masyarakat,” ujar Kuswardojo kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

​Program yang digulirkan pun menyentuh sektor-sektor vital. Mulai dari renovasi sarana ibadah, pengaspalan jalan, dukungan pendidikan, hingga aksi penghijauan lingkungan. Hal ini dilakukan demi memastikan kehadiran BUMN ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.

​Semangat berbagi KAI tak berhenti di tahun lalu. Memasuki Triwulan I 2026, KAI Daop 2 tercatat sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp232.854.600.

​Kali ini, sasarannya adalah masyarakat di wilayah Kabupaten Garut, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Fokus bantuannya pun semakin meluas, meliputi dukungan bagi UMKM, bantuan penanganan bencana alam, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

​“Kami ingin memastikan bahwa operasional KAI dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, program TJSL terus kami jalankan secara konsisten dan tepat sasaran,” tambah Kuswardojo.

​Langkah ini diharapkan mampu mempererat sinergitas antara perusahaan dengan warga, sekaligus mewujudkan visi transportasi berkelanjutan yang dibarengi dengan pemberdayaan lingkungan yang asri dan berdaya. (Jm)