KANAL

SUMEDANG: Warga Menolak Proyek Geothermal Tampomas, Menilai Seolah Dipaksakan

×

SUMEDANG: Warga Menolak Proyek Geothermal Tampomas, Menilai Seolah Dipaksakan

Sebarkan artikel ini
IST

KAPOL.ID – Selama ini, berbagai rencana pembangunan terasa kurang optimal, karena harus meminta persetujuan warga.

Karena, warga beranggapan anggapan membangun adalah hak pemerintah.

Sepanjang aturan hukum dan syarat administrasi dipenuhi, sebenarnya tak penting ada persetujuan warga atau tidak.

Penegasan ini juga didasari sikap pemerintah yang acap bertindak sepihak dengan dalih kepentingan umum, berdampak positif bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

Diungkapkan sejumlah tokoh warga Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang, kepada KAPOL.ID saat mengupas masalah Geothermal Tampomas, Sabtu 22/09/2023.

Begitu juga, Nana ketua RW 03 Desa Sekarwangi kepada KAPOL.ID mengatakan sebagian banyak warga sangat menolak pembangunan Geothermal Tampomas.

Mereka beranggapan selama ini rencana pembangunan gethermal kurang maksimal untuk meminta persetujuan warga di mana lokasi pembangunan berada.

Rencana pemerintah untuk membangun proyek geothermal tampomas terlalu dipaksakan.

Gunung Tampomas sebagai daerah konservasi dan hutan lindung.

Sangat heran, jika daerah konservasi diizinkan untuk dirusak.

Gunung Tampomas merupakan kawasan hulu daerah tangkapan air yang menyuplai ketersediaan air untuk kawasan yang ada disekitarnya.

Masyarakat seputar gunung Tampomas sangat tergantung kehidupannya pada kelestarian Gunung Tampomas.

Analisis yang dilakukan pemerintah dalam merencanakan pembangunan Geothermal Tampomas kurang mendalam.

Sehingga tidak mengakomodir kepentingan masyarakat. Pemangku kepentingan seolah menganggap ini menjadi proyek yang aman.

Proses izin proyek geothermal harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial masyarakat.

Beberapa dampak negatif yang di kwatirkan terjadi antara lain:
Emisi gas rumah kaca
Saat panas bumi diekstraksi, gas-gas berbahaya seperti belerang, metana, dan karbon dioksida terlepas ke atmosfer. Gas-gas ini dapat berkontribusi pada efek rumah kaca dan dapat menyebabkan perubahan iklim.

Dampak pada sistem geologis Eksploitasi energi panas bumi geothermal dapat mengganggu sistem geologis bawah tanah, yang dapat memicu gempa bumi dan aktivitas vulkanik.

Beberapa lokasi di mana pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dibangun mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi.

Pengaruh terhadap sumber daya air pembangkit listrik geotermal membutuhkan banyak air untuk pendinginan.

Hal ini dapat mengurangi pasokan air di daerah yang kering atau bahkan mengganggu ekosistem air.

Dampak pada kehidupan tanaman dan hewan
Konstruksi dan eksploitasi pembangkit listrik geotermal dapat mengganggu habitat alami hewan dan tumbuhan, serta dapat merusak ekosistem.

Dampak sosial Pembangunan dan eksploitasi pembangkit listrik geotermal dapat memengaruhi masyarakat setempat.

Proyek geothermal dapat mengubah pola hidup masyarakat, dan dapat mempengaruhi cara hidup tradisional.

Selain itu, keuntungan ekonomi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik geotermal mungkin tidak didistribusikan secara adil di antara masyarakat setempat. ***