KAPOL.ID — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sistem Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) menjadi salah satu metode dalam membina kesadaran masyarakat terhadap isu sosial dan lingkungan dalam upaya membangun kehidupan bermasyarakat yang berkemajuan.
Diawali dengan siklus pertama yang berisi kegiatan observasi lapangan, rembug warga, dan refleksi sosial, para mahasiswa peserta KKN 245 mengidentifikasi masalah, solusi dan potensi yang digali bersama masyarakat setempat.
Siklus awal KKN SISDAMAS ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Juli 2025 di Masjid Jami’ Al-Ilyas, Dusun 1, Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang dan dihadiri oleh 50 orang warga setempat yang terdiri dari tokoh masyarakat, ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), perwakilan karang taruna, serta para stakeholder lokal yang memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah dusun 1, Sindangpakuon.
Salah satu tokoh masyarakat, Bapak H. Wawan menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa peserta KKN 245 UIN Bandung.
Dalam sambutan yang disampaikannya pada acara pembukaan rembug warga dan refleksi sosial, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi gerbang awal komunikasi, kolaborasi aktif dan partisipatif antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya pembangunan sosial dan lingkungan di wilayah dusun 1.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua kelompok KKN 245 UIN Bandung, Zidan Nurfalah, yang diawali dengan memperkenalkan 15 orang rekan anggotanya yang memiliki latar disiplin keilmuan yang beragam.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan KKN SISDAMAS ini bukan hanya pengabdian masyarakat berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Lebih jauh dari itu, kegiatan ini merupakan aktualisasi individu dengan sosial bersama antara mahasiswa dan masyarakat yang harus berjalan beriringan demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi rembug warga. Dimana seluruh masyarakat diberikan kesempatan untuk mencurahkan berbagai permasalahan sosial dan lingkungan yang terjadi di Dusun 1, Sindangpakuon. Mulai dari permasalahan pengelolaan sampah yang belum optimal, banjir yang disebabkan gorong-gorong kecil dan tersumbat, maraknya kenakalan remaja, minimnya edukasi gizi dan imunisasi, masalah sanitasi, sampai menggali potensi bisnis dengan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Pada akhir sesi kegiatan ini, dilaksanakan refleksi sosial bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam memetakan permasalahan, menggali solusi, dan menyusun program yang akan dijalankan dalam siklus-siklus selanjutnya selama satu bulan kedepan.
Tentunya seluruh intervensi program yang akan dijalankan bersama antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat berdasar pada kebutuhan masyarakat dan sumber daya yang tersedia di wilayah dusun 1, Sindangpakuon.
Tampak antusiasme masyarakat Dusun 1 yang tinggi dengan adanya kegiatan ini. Dengan aktif menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan menggali solusi, sangat jelas bahwa warga Dusun 1 bersemangat dalam bekerjasama dengan mahasiswa untuk membangun wilayahnya.
Salah satu peserta KKN, Jimmi Alimin, menyampaikan kesan yang dirasakannya bahwa, “Antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam upaya membangun wilayahnya menjadi penyemangat kami dalam menjalankan program-program kedepannya dengan ikhlas tanpa henti dan ikhlas tanpa tapi.”
Kegiatan rembug warga dan refleksi sosial bersama ini menjadi modal awal komunikasi, sosialisasi, dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Dengan menjalin kedekatan diharapkan seluruh tahapan KKN Sisdamas dapat berjalan dengan aktif, partisipatif, kolaboratif, sukses tanpa ekses dan berkelanjutan serta memberikan kemanfaatan. ***












