PARLEMENTARIA

Serap Aspirasi di Indramayu, Ono Surono Soroti Persoalan Embung dan Ekonomi Rakyat

×

Serap Aspirasi di Indramayu, Ono Surono Soroti Persoalan Embung dan Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Persoalan infrastruktur pengairan di pedesaan menjadi sorotan serius Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono. Saat menyambangi Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Ono menerima keluhan warga terkait keberadaan embung yang pemanfaatannya dinilai kurang maksimal.

​Bukannya menjadi solusi saat kemarau, embung di desa tersebut justru kerap memicu banjir di musim penghujan. Dampaknya pun fatal, area pertanian warga terendam hingga menyebabkan gagal panen.

​Ono menegaskan, perlu ada perhatian serius dari pemerintah setempat serta koordinasi lintas instansi untuk membenahi fungsi embung tersebut. Menurutnya, embung seharusnya tidak hanya menjadi kolam retensi, tapi harus memberi manfaat luas bagi masyarakat.

​”Apalagi di musim hujan seperti saat ini, embung tersebut malah menyebabkan banjir yang berdampak pada masyarakat,” tutur Ono usai menggelar Reses II Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Telukagung, Selasa (24/2/2026).

​Secara teknis, Ono menjelaskan bahwa embung sejatinya berfungsi sebagai bendungan kecil untuk menampung kelebihan air hujan. Keberadaannya sangat vital sebagai cadangan irigasi pertanian dan pengendalian banjir lokal, terutama di lahan tadah hujan.

​Sebagai langkah darurat, Ono menyoroti tumpukan hama eceng gondok yang menyebabkan debit air meluap. Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan dukungan anggaran kepada Kuwu Telukagung untuk pembersihan hama tanaman tersebut.

​Tak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini berjanji akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

​“Sebagai langkah awal, kami sumbang untuk dana pemberantasan hama eceng gondok ke Pak Kuwu. Selanjutnya, kami akan sampaikan persoalan ini ke BBWS agar embung ini benar-benar memberikan manfaat, bukan banjir,” tegasnya

​Selain masalah pengairan, aspirasi warga Telukagung juga menyasar pada penguatan ekonomi kerakyatan. Warga mengusulkan adanya program bantuan budidaya ayam petelur yang dikelola langsung oleh masyarakat desa.

​Menanggapi hal itu, Ono mengakui saat ini program pemerintah masih dominan pada bantuan ternak sapi untuk kelompok tani. Namun, ia berjanji akan memperjuangkan usulan warga tersebut agar terealisasi.

​”Kami akan usulkan, mengingat saat ini programnya masih berfokus pada ternak sapi. Tentu akan kami dorong usulan ayam petelur tersebut kepada pihak terkait agar ekonomi masyarakat meningkat,” pungkasnya. (Jm)