KANAL

Isi Ramadhan, Ribuan Siswa SMAN Singaparna Digembleng Ibadah dan Aksi Beberesih Lingkungan

×

Isi Ramadhan, Ribuan Siswa SMAN Singaparna Digembleng Ibadah dan Aksi Beberesih Lingkungan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Ada yang berbeda dengan nuansa Ramadhan di SMAN Singaparna tahun ini. Ribuan siswa di sekolah tersebut tidak hanya sekadar memperdalam ilmu agama di dalam kelas, namun juga diajak bersentuhan langsung dengan alam melalui program Pesantren Ekologi.

​Pantauan di lokasi, sebanyak 1.444 siswa mulai dari kelas X hingga XII tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga pukul 13.30 WIB. Selama sepekan penuh, hari-hari mereka diisi dengan keseimbangan antara penguatan rohani dan kesadaran lingkungan.

​Kepala SMAN Singaparna, Dede Irianto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk menghadirkan makna Ramadhan yang lebih utuh. Baginya, ibadah kepada Sang Pencipta harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga ciptaan-Nya.

​”Alhamdulillah, kegiatan Ramadhan kita tahun ini memang beda. Kita titik beratkan pada Pesantren Ekologi. Jadi, selain mendalami ilmu agama seperti materi puasa dan tarawih, anak-anak juga diajarkan bagaimana cara menyayangi alam dan bumi,” ujar Dede saat dijumpai di lingkungan sekolah, Jumat (6/3/2026).

​Dalam praktiknya, para siswa diajak melakukan aksi nyata berupa gerakan “beberesih” massal. Sasarannya mulai dari sudut-sudut lingkungan sekolah hingga sarana ibadah yang ada di area pendidikan tersebut

​Senada dengan Kepala Sekolah, Humas SMAN Singaparna, Drs. Asep Yadi, menambahkan bahwa Pesantren Ekologi ini merupakan upaya sekolah untuk memperkuat kebiasaan ibadah siswa sekaligus membangun karakter peduli lingkungan.

​Menurut Asep, konsep ini sudah sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam kerangka pendidikan karakter.

​”Ini sejalan dengan program Pancawaluya. Kita menitikberatkan pada konsep kepedulian kebersihan lingkungan yang diintegrasikan dengan pemahaman hadits dan dalil. Jadi, nilai religiusnya dapat, aksi nyatanya juga terasa. Ini sangat bagus untuk masa depan siswa,” pungkasnya.