KANAL

Danrindam III/Siliwangi Gembleng Santri Jadi Benteng Penangkis Radikalisme

×

Danrindam III/Siliwangi Gembleng Santri Jadi Benteng Penangkis Radikalisme

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi sukses menggelar perhelatan perdana Siliwangi Santri Camp (SSC). Kegiatan yang dipusatkan di Mako Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran santri sebagai pilar penjaga kedaulatan NKRI.

​Danrindam III/Siliwangi, Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto, menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam menjaga toleransi dan membentengi masyarakat dari gerusan paham radikalisme yang memecah belah bangsa.

​Usai menutup secara resmi kegiatan tersebut, Jenderal bintang satu ini berpesan agar seluruh materi dan pengalaman yang didapat para peserta selama tiga hari pelatihan tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan harus diimplementasikan secara nyata.

​”Apa yang dibekalkan selama tiga hari ini tentunya bisa diimplementasikan di lingkungannya masing-masing. Mereka harus lebih tangguh, lebih responsif terhadap ancaman, dan lebih peduli terhadap kondisi di masyarakat,” ujar Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto kepada awak media, Minggu (19/4/2026).

​Dalam arahannya, Danrindam menyoroti secara khusus bahaya ajaran radikal dan intoleransi yang kerap mengintai ketenteraman hidup beragama di Indonesia. Ia mengingatkan para santri agar tidak mudah terjebak dalam narasi-narasi provokatif yang sengaja diembuskan untuk mengadu domba.

​”Ajaran-ajaran radikal itu mengganggu ketenteraman dan toleransi beragama. Jangan sampai kita mudah diadu domba oleh provokator. Kita harus tetap solid,” tegasnya.

​Menurutnya, keberagaman di Indonesia adalah kekayaan yang harus dirawat dengan pikiran jernih. Masyarakat, terutama kaum santri, dituntut untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi setiap informasi yang berpotensi memicu konflik antarumat beragama.

​Evaluasi dan Peluang Penambahan Durasi
​Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta Siliwangi Santri Camp rupanya sangat tinggi. Bahkan, banyak santri yang meminta agar durasi pelatihan ditambah agar pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan bisa lebih intensif.

​Merespons aspirasi tersebut, Danrindam menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas program SSC di masa mendatang.

​”Sesuai permintaan peserta, mereka ingin ini diadakan lebih lama. Nanti ke depan kita evaluasi apa yang kurang, kita tambah waktunya dan kita tingkatkan secara kualitas,” ucapnya.

​Terkait jadwal pelaksanaan SSC gelombang berikutnya, Brigjen TNI Bagus menyebutkan bahwa pihaknya masih menanti instruksi lebih lanjut dari komando atas.

“Kita menunggu perintah dari pimpinan untuk jadwal selanjutnya,” pungkas Danrindam. (Am)