KAPOL.ID – Warga Kampung Loji, Desa/Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mendadak geger. Aksi dugaan pencurian perhiasan yang menyasar seorang lansia sempat terekam kamera hingga viral di jagat maya, Kamis (16/4/2026) petang.
Namun, drama dugaan perampasan gelang emas itu berakhir haru. Alih-alih berlanjut ke jeruji besi, kasus ini diselesaikan melalui jalur kekeluargaan atau restorative justice.
Insiden bermula saat kumandang adzan Magrib, sekira pukul 18.00 WIB. Terduga pelaku, Enung Nurhayati (47), bertandang ke kontrakan milik Yuhanah (69) di RT 002 RW 001. Karena sudah saling kenal, korban tak menaruh curiga sedikit pun saat Enung meminta izin menumpang salat
”Antara korban dengan pelaku ini memang sudah saling kenal, sehingga korban pun tidak menaruh curiga saat Enung meminta izin untuk menumpang salat Magrib di rumahnya,” ujar Pjs Kapolsek Singaparna, AKP Solihin.
Namun, gelagat aneh mulai tercium usai pelaku rampung salat. Enung tampak melamun di dapur. Saat disapa korban dengan kalimat, “Aya naon, Neng?”, pelaku malah bereaksi nekat. Secara spontan, ia merampas gelang emas di tangan kanan Yuhanah dan langsung lumpat (lari) ke luar rumah.
Sontak, korban yang sudah sepuh itu berteriak histeris dan mengejar pelaku hingga ke jalan raya. Beruntung, seorang juru parkir di dekat minimarket sigap mengamankan pelaku sebelum massa bertindak lebih jauh.
Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Singaparna, terungkap fakta yang memilukan. Enung mengaku nekat melakukan aksinya karena terhimpit kesulitan ekonomi yang sangat mendesak.
Lebih mengejutkan lagi, hasil penelusuran polisi mendapati fakta bahwa keduanya masih memiliki ikatan saudara.
Kanit Reskrim Polsek Singaparna, Aipda Dwi Santoso, memastikan kasus ini tidak akan berlanjut ke meja hijau. Hati mulia Yuhanah mengalahkan rasa kesalnya; ia memilih memaafkan perbuatan Enung mengingat kondisi ekonomi dan status kekeluargaan mereka.
”Perhiasan gelang emas milik korban pun telah dikembalikan seutuhnya. Pihak korban menyatakan tidak akan menuntut dan sudah memaafkan pelaku,” pungkas Dwi Santoso.
Meski sempat viral dan bikin heboh, urusan ini akhirnya “tiis” lewat jalur perdamaian. (Jae)






