KAPOL.ID – Suasana Balai Kota Bandung mendadak semarak oleh kehadiran lebih dari 500 pesepeda yang memadati area kegiatan Bandung On Bike 2026, Sabtu (25/4/2026).
Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa budaya bersepeda di Kota Kembang tetap eksis dan terus berkembang.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga rutin, namun bertransformasi menjadi ruang kolaborasi antara komunitas pesepeda dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna mewujudkan kota yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, membangun ekosistem kota yang ramah pesepeda memerlukan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, pembenahan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama.
”Hal yang paling mendasar adalah membereskan bekas galian dan permukaan jalan yang tidak rata. Setelah jalan dan trotoar baik, barulah kita bisa memastikan jalur yang benar-benar aman dan nyaman untuk pesepeda,” ujar Farhan di sela-sela kegiatan.
Farhan pun mengapresiasi berbagai kritik dan masukan yang datang dari komunitas. Ia menilai, pelibatan komunitas sejak tahap perencanaan sangat krusial agar pembangunan jalur sepeda tidak terkesan asal-asalan tanpa pertimbangan teknis yang matang.
”Masukan dari komunitas harus masuk sejak tahap perencanaan desain jalur,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan perbaikan fasilitas ini bisa rampung sebelum akhir tahun 2026. Mengingat, Bandung dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional.
”Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang terbuka dan inklusif. Kita benahi infrastrukturnya secara bertahap dengan melibatkan komunitas,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Komunitas Bike to Work Bandung, Muhammad Andi Fauzi menjelaskan bahwa Bandung On Bike 2026 juga mengusung misi lingkungan sebagai less waste event dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Bekerja sama dengan Greeners dan Diet Plastik Indonesia, acara ini menerapkan protokol guna ulang. Seluruh tenant makanan dan minuman dilarang menggunakan kemasan sekali pakai. Bahkan, pengelolaan sampah dilakukan langsung di lokasi dengan metode BSF dan komposter.
”Tadi pagi pukul 06.00 WIB kami sudah melakukan flag off peserta City Tour dan City Adventure sejauh 160 kilometer. Tercatat sekitar 500 sampai 600 sepeda terparkir di lokasi. Ini bukti nyata budaya bersepeda di Bandung akan terus tumbuh,” pungkas Andi.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bandung juga memberikan penghargaan khusus kepada siswa SMPN 55 Bandung yang dinilai konsisten menjalankan gerakan Bike to School atau bersepeda ke sekolah. (Am)












