PENDIDIKAN

Wujudkan Sumedang Simpati Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tuti: Pendidikan adalah Investasi Peradaban

×

Wujudkan Sumedang Simpati Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tuti: Pendidikan adalah Investasi Peradaban

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG, KAPOL – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si., memberikan penekanan mendalam mengenai arah kebijakan pendidikan daerah pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus dipandang sebagai investasi peradaban jangka panjang yang menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Sumedang Simpati menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Sekda, kualitas pendidikan merupakan instrumen paling objektif dalam menentukan arah kemajuan Kabupaten Sumedang. Ia menekankan bahwa keberhasilan sektor ini tidak boleh hanya diukur dari pencapaian angka di atas kertas atau laporan administratif semata, melainkan dari dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Pendidikan adalah urusan wajib pelayanan dasar. Di pundak kita semua, pendidikan bukan hanya tentang angka-angka dalam rapor atau indeks capaian secara administratif, tetapi tentang memanusiakan manusia,” ujarnya.Sabtu (2/5)

Menyinggung status Sumedang sebagai Digital Region, Sekda perempuan pertama di Sumedang ini mengingatkan bahwa transformasi teknologi di sektor pendidikan wajib mengedepankan aspek keadilan. Ia menggarisbawahi komitmen pemerintah agar tidak ada kesenjangan kualitas antara sekolah di pusat kota dengan sekolah di wilayah pelosok.

“Digitalisasi adalah tentang aksesibilitas. Kita ingin memastikan putra-putri kita, baik yang berada di pusat kota maupun di pelosok desa, memiliki kesempatan yang sama untuk menjemput dunia,” tegas mantan Kepala Bappeda tersebut.

Selain fokus pada peserta didik, Bu Tuti juga menyoroti peran strategis tenaga pendidik sebagai motor penggerak birokrasi di lapangan. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperbaiki tata kelola administrasi guna menjamin hak-hak guru, baik ASN, PPPK, maupun tenaga honorer, agar terlayani dengan lebih transparan.

“Komitmen kami adalah memastikan para guru dapat bekerja dengan tenang. Guru yang sejahtera adalah kunci lahirnya siswa yang berprestasi,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Tuti mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mempererat kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, orang tua, dan dunia usaha.

Ia berharap momentum Hardiknas tahun ini menjadi pemacu semangat bagi generasi muda Sumedang untuk tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pemecah masalah (problem solver) bagi tantangan di daerahnya sendiri.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh warga Sumedang. Mari kita perkuat komitmen bersama: *Sumedang Simpati semakin maju menuju Indonesia Emas 2045,”* pungkasnya.**