KANAL

Jaga Ekosistem Gede Pangrango, Polda Jabar Bekali Peserta Perlengkapan Pendakian Standar Keamanan ​

×

Jaga Ekosistem Gede Pangrango, Polda Jabar Bekali Peserta Perlengkapan Pendakian Standar Keamanan ​

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Melestarikan alam tak sekadar datang dan menanam, namun juga harus dibarengi dengan kesiapan dan keselamatan jiwa. Prinsip itulah yang ditekankan jajaran Polda Jawa Barat saat menggelar bakti lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

​Di bawah komando Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, kegiatan ini menjadi potret kepedulian kepolisian yang tidak hanya fokus pada hijaunya hutan, tetapi juga keselamatan para pelakunya.

Sebelum kaki melangkah menyusuri jalur pendakian, setiap peserta dipastikan dalam kondisi siap tempur dengan perlengkapan yang mumpuni.

​Pantauan di lokasi, satu per satu personel dan peserta dicek kesiapannya. Tak tanggung-tanggung, Polda Jabar membekali mereka dengan “tempur” lengkap. Mulai dari tas Rei Montan 50L, trekking pole, hingga perlengkapan esensial lainnya seperti sleeping bag, sarung tangan, kupluk, jas hujan, matras, hingga head lamp.

​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Medan gunung yang tak terduga menuntut setiap individu memiliki alat pelindung diri yang memadai.

​”Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan di alam terbuka tetap mengedepankan aspek keselamatan. Jangan sampai niat baik menjaga alam malah mengabaikan keamanan diri sendiri,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Selasa (5/5/2026).

​Hendra menambahkan, aksi ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baginya, mendaki gunung bukan sekadar hobi, melainkan sebuah tanggung jawab besar terhadap ekosistem.

​”Kegiatan ini menjadi komitmen Polda Jabar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami ingin menumbuhkan budaya pendakian yang aman, tertib, dan tentu saja bertanggung jawab,” imbuhnya.

​Melalui bakti lingkungan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga paru-paru dunia. Hutan tetap asri, ekosistem terjaga, dan para pendaki bisa pulang dengan selamat membawa cerita keindahan alam Jawa Barat. (Am)