KAPOL.ID – Dinamika informasi di era digital menuntut insan penerangan TNI AD untuk bergerak lebih lincah dan profesional. Menjawab tantangan itu, Kodam III/Siliwangi tancap gas memperkuat barisan publikasinya melalui kolaborasi strategis.
Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin Abdillah, S.A.P., M.Tr(Han)., M.I.Pol., secara resmi membuka Sosialisasi Jaringan Media Publik Terintegrasi di Aula Manunggal Kodam III/Siliwangi, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan para personel Penrem dan Pendim se-jajaran Kodam III/Siliwangi, Kapendam menekankan pentingnya “melek” teknologi dan adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik yang kian pesat.
”Personel penerangan harus mampu mengikuti dinamika informasi. Kualitas pemberitaan institusi harus terus ditingkatkan agar tetap relevan, akurat, dan yang paling utama adalah menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kolonel Mahmuddin di sela-sela kegiatan.
Ada yang menarik dalam sosialisasi kali ini. Kodam III/Siliwangi menghadirkan sosok mumpuni di dunia pers, yakni Dr. Hendri, Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia (JNI), sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya yang bertajuk “Jaringan Media Publik Terintegrasi dan Terinterkoneksi”, Dr. Hendri membedah pentingnya membangun ekosistem media yang saling terhubung. Menurutnya, di zaman sekarang, informasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
”Membangun jaringan media yang terintegrasi adalah kunci untuk menciptakan arus informasi yang cepat dan tepat, sekaligus membentengi kredibilitas lembaga di mata publik,” terangnya.
Pantauan di lapangan, suasana di Aula Manunggal tampak hidup. Diskusi interaktif pecah saat sesi tanya jawab mengenai kode etik jurnalistik dan teknik penulisan berita di media daring. Para peserta dari B berbagai lini cara menyayangi mendapatkan tiket dalam daerah di Jawa Barat dan Banten ini tampak antusias mengupas tuntas pengelolaan media publik.
Harapannya jelas, sepulang dari kegiatan ini, para ujung tombak informasi di Kodam III/Siliwangi semakin piawai dalam meramu karya jurnalistik yang berkualitas.
Bukan hanya sekadar memberi informasi, tapi juga mampu mengedukasi masyarakat melalui narasi-narasi yang menyejukkan dan profesional. (Am)












