POLITIK

Kheldiana Berkomitmen Bawa DPD BM PAN Tasikmalaya Jadi Motor Perubahan

×

Kheldiana Berkomitmen Bawa DPD BM PAN Tasikmalaya Jadi Motor Perubahan

Sebarkan artikel ini
DPD BM PAN
Ketua terpilih DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya, Kheldiana (kiri) siap menjadi motor perubahan bagi kaum muda Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)

KAPOL.ID – DPD Barisan Muda (BM) PAN Kabupaten Tasikmalaya menutup rangkaian sidang Musda dengan satu pesan tegas: organisasi tidak boleh berjalan di tempat, Sabtu (16/5/2026). Persidangan itu sendiri bukan sekadar memilih Ketua dan pengurus baru.

Di samping sebagai momentum pergantian kepemimpinan, Musda DPD BM PAN Kabupaten Tasikmalaya juga menjadi titik koreksi sekaligus arah baru bagi gerakan pemuda yang lebih progresif, berani, dan berpihak pada rakyat.

Ketua terpilih DPD BM PAN Kabupaten Tasikmalaya, Kheldiana menegaskan bahwa organisasi yang kini ia nahkodai harus keluar dari zona nyaman. Tidak sekadar menjadi pelengkap struktur DPD partai berlambang matahari di Kabupaten Tasikmalaya.

“BM PAN harus hadir di tengah persoalan masyarakat, bukan hanya saat momentum politik. Kita harus mengadvokasi, menggerakkan, dan memberi solusi. Pemuda harus menjadi pelopor, bukan pengikut,” ujar Kheldiana.

Untuk itu, Kheldiana menekankan pentingnya konsolidasi internal yang kuat dan gerakan yang terukur. Sebab perubahan tidak lahir dari wacana, melainkan dari kerja kolektif yang terorganisir.

Dengan model gerakan demikian, Kheldiana ingin BM PAN Kabupaten Tasikmalaya menjadi contoh gerakan pemuda yang progresif, kritis, dan solutif.

Wakil Sekretaris DPW BM PAN Jawa Barat, yang memimpin langsung jalannya persidangan; Eman Sulaeman menyampaikan catatan yang sama.

Menurutnya, seluruh kader BM PAN tidak boleh kehilangan arah ideologis dan semangat juang.

“Organisasi ini harus menjadi ruang kaderisasi yang hidup. Kader muda harus berani berpikir kritis, tapi tetap berpijak pada nilai perjuangan partai dan kepentingan masyarakat luas,” kata Eman.

Eman mengingatkan tantangan ke depan semakin kompleks. Jika BM PAN hanya bergerak secara seremonial, maka organisasi akan tertinggal.

Sebaliknya, jika mampu membangun gerakan yang terstruktur, ideologis, dan responsif terhadap isu rakyat; maka BM PAN akan menjadi kekuatan perubahan.

Dengan model gerakan demikian, Eman optimistis publik akan memperhitungkan keberadaan BM PAN. Umumnya di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Dengan berakhirnya sidang ini, harapan kini bertumpu pada kepemimpinan baru untuk membuktikan bahwa BM PAN bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang hidup, bergerak, dan memberi dampak nyata,” Eman menandaskan.