POLITIK

Merekah Kembali di Bumi Sumedang: Ikhtiar Konsolidasi PDI Perjuangan dan Asa Menuju Sumedang 1 Di 2029

×

Merekah Kembali di Bumi Sumedang: Ikhtiar Konsolidasi PDI Perjuangan dan Asa Menuju Sumedang 1 Di 2029

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Di balik dinamika panggung politik yang kerap riuh oleh kalkulasi pencitraan, kemenangan elektoral yang berkelanjutan senantiasa berpijak pada fondasi yang senyap namun kokoh: kerja-kerja organisatoris yang tertata, kedisiplinan kader yang teruji, serta kepemimpinan yang sanggup merajut energi kolektif.

Dalam kerangka inilah, geliat politik yang tengah diperlihatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang menyajikan preseden menarik tentang bagaimana sebuah partai memanaskan kembali mesin politiknya dari akar rumput.

Sejak tampuk kepemimpinan DPC PDI Perjuangan Sumedang dipercayakan kepada Asep Ronny Hidayat, S.AP., lanskap pergerakan internal partai banteng moncong putih di daerah ini menunjukkan eskalasi yang signifikan. Konsolidasi tak lagi ditempatkan sebagai ritual musiman menjelang pemilu, melainkan menjadi napas organisasi yang bergerak masif hingga ke tingkat tapak.

Langkah DPC PDI Perjuangan Sumedang yang menggelar roadshow konsolidasi ke 26 Pengurus Anak Cabang (PAC) serta 277 struktur ranting dan anak ranting diimbangi dengan presence aktif para wakil rakyat. Sinergi ini memancar kuat lewat keterlibatan jajaran legislator di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga tokoh senior di parlemen pusat, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin.

Kehadiran para legislator dalam ruang-ruang dialog internal yang turut diwarnai dengan penguatan identitas melalui penyerahan seragam partai menjadi amunisi moral yang memperkokoh kohesi dan disiplin organisasi dari akar rumput.

Pergerakan terstruktur ini membawa resonansi tersendiri bagi PDI Perjuangan Sumedang. Di tengah berjalannya konsolidasi, dorongan dari bawah kian mengkristal: para kader berharap Asep Ronny Hidayat diproyeksikan sebagai figur utama untuk merebut kembali panggung kepemimpinan eksekutif sebagai Bupati Sumedang.

Aspirasi ini sejatinya tidak lahir dari ruang hampa. Ada romantisme historis yang melatarbelakanginya. Sejarah politik lokal mencatat bahwa Kabupaten Sumedang pernah berada dalam era keemasan di bawah naungan kepemimpinan kader PDI Perjuangan, yakni saat Dr. H. Don Murdono, S.H., M.Si. dipercaya memimpin sebagai Bupati Sumedang selama dua periode berturut-turut (2003–2013). Keberhasilan memadukan kekuatan eksekutif dan dominasi di lembaga legislatif masa itu kini menjadi memori kolektif yang ingin dihidupkan kembali oleh jajaran kader.

Meski penetapan calon resmi berada di bawah mekanisme penjaringan dan preseden organisasional DPP PDI Perjuangan yang ketat, dorongan dari tingkatan bawah memiliki bobot geopolitik internal yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dukungan terhadap Asep Ronny Hidayat menuju Sumedang 1 pada 2029 bersandar pada tiga modal politik yang terukur:

Terbangunnya struktur kepengurusan yang lengkap, aktif, dan memiliki daya jangkau presisi hingga tingkat RT/RW di seluruh wilayah Sumedang.

Harmonisasi yang solid antara kerja kepartaian di tingkat lokal dengan daya dorong politik para wakil rakyat di tingkat provinsi hingga nasional.

Pengakuan berjenjang dari PAC hingga anak ranting yang tumbuh dari ruang-ruang kaderisasi dan dialog substantif, bukan hasil rekayasa persepsi.

Perjalanan menuju kontestasi 2029 tentu masih membentang panjang dan dinamis. Peta politik lokal akan terus berubah mengikuti arus aspirasi publik. Namun, konsolidasi masif yang ditunjukkan PDI Perjuangan Sumedang hari ini mengirimkan sinyal tegas kepada peta politik daerah: partai ini tengah merajut kembali kekuatannya dengan strategi yang matang.

Tantangan terbesar DPC PDI Perjuangan Sumedang ke depan adalah mengonversi soliditas struktural dan nostalgia kejayaan masa lalu menjadi kerja-kerja politik nyata yang menjawab persoalan krusial warga Sumedang hari ini. Sebab pada akhirnya, betapa pun presisinya mesin partai bergerak, pemegang kedaulatan dan legitimasi tertinggi dalam demokrasi tetaplah rakyat.

Jika ritme konsolidasi ini konsisten dijaga dan kerja politik partai terus menyatu dengan kebutuhan publik, PDI Perjuangan Sumedang tak hanya sekadar siap meramaikan bursa Pilkada, tetapi berada pada posisi paling ideal untuk merebut kembali kejayaan di panggung eksekutif maupun legislatif Sumedang.***