KABAR PRIANGAN ONLINE — Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih, sebuah momentum tak biasa mencuri perhatian dalam agenda Penyerahan Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran KUR Perumahan senilai Rp880 Miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tidak hanya menyampaikan capaian krusial percepatan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pria yang akrab disapa Bang Ara tersebut juga menghidupkan suasana melalui diplomasi humor segar yang secara implisit menegaskan soliditas tinggi para pimpinan penegak hukum dan keamanan nasional.
Di tengah penyampaian laporan resminya, Ara secara eksplisit memberikan sorotan hangat kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang duduk berdampingan secara harmonis di barisan depan, tak jauh dari tempat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berada.
“Yang kami hormati Bapak Jaksa Agung, terima kasih Pak. Yang kami hormati Bapak Panglima TNI, terima kasih. Yang kami hormati Bapak Kapolri, terima kasih. Sudah bagus Pak, Jaksa Agung sama Kapolri duduknya sudah dekat-dekat Pak, sesuai arahan Bapak (Presiden)… Paten!” ujar Maruarar dengan gaya lugas khasnya.
Sontak, seloroh interaktif tersebut memancing senyum, gelak tawa, hingga riuh tepuk tangan dari ratusan pemangku kepentingan industri perumahan dan pejabat tinggi negara yang hadir. Tidak berhenti di situ, saat gemuruh tepuk tangan membahana di dalam ruangan, Ara melontarkan kelakar penutup yang semakin mencairkan kekakuan protokoler:
“Kalian ini enggak ngerti maksud saya,” kelakarnya seraya tersenyum, yang kembali disambut tawa lepas seisi aula.
Lelucon panggung tersebut dinilai bukan sekadar hiburan biasa. Ara menekankan bahwa keharmonisan serta suasana kondusif di antara jajaran Polri dan Kejaksaan baik di tingkat pusat maupun daerah merupakan fondasi vital. Kekompakan ini menjadi modal strategis dalam menciptakan iklim investasi yang stabil serta menjamin kelancaran berbagai program prioritas nasional, termasuk target Program 3 Juta Rumah bagi rakyat.
Apresiasi senada turut diamini oleh Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya. Presiden menegaskan bahwa sinergi dan keakraban yang terjalin kuat dari tingkat pimpinan pusat hingga jajaran Kapolda dan Kajati di daerah akan menghadirkan iklim penegakan hukum yang menentramkan, sejuk, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun para pelaku usaha.
Agenda di Batang ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan program strategis nasional seperti KPR Rumah Subsidi dan penyaluran KUR Perumahan tidak hanya bertumpu pada kolaborasi teknis antara perbankan, pengembang, BP Tapera, dan pemerintah daerah. Lebih dari itu, keberlanjutannya ditopang oleh soliditas antarlembaga negara yang kokoh, harmonis, dan terarah.***












