KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL.ID) -Masalah sampah yang menjadi isu nasional karena telah menimbulkan bencana dan banyak memakan korban jiwa di beberapa daerah, ternyata menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Golongan Karya, H. Ferdiansyah, S.E.,M.M.
Itu alasannya, Politisi senior yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya dan telah lama berkiprah di parlemen tersebut dengan serius mengajak para kader Golkar di Kabupaten Garut untuk bisa berkiprah dalam mengatasi permasalahan sampah yang kini telah menjadi isu Nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Ferdiansyah, kepada para pengurus Partai Golkar Kabupaten Garut, para pengurus kecamatan dan simpatisan, dalam kegiatan reses yang juga dihadiri Ketua Partai Golkar Kabupaten Garut, Dra. Hj. Euis Ida Wartiah, M.Si., sekaligus angota DPRD Provinsi Jawa Barat Davil XIV asal Kabupaten Garut.
Turut hadir pada kegiatan reses yang digelar Mingu (9/8/26) di Aula Golkar Kabupaten Garut tersebut, dua anggota DPRD lainnya dari Partai Golkar Kabupaten Garut, yakni, Fahad serta Mila.
Ferdiansyah menjelaskan, bahwa di Kabupaten Garut sendiri katanya hanya terdapat satu daerah tempat pembuangan sampah di Kawasan Pasir bajing, semenara berdasarkan catatan, dari sekian jumlah penduduk Kabupaten Garut sampah rumah tangganya saja per hari bisa mencapai rata-rata sebanyak 0,43 kg per satu rumah.
Memang, lanjut Ferdiansyah, kalau dibandingkan dengan Tasik yang sampah rumah tangga per rumah dan perharinya mencapai 0,51 kg. Kabupaten Garut masih sedikit dibawah Tasik. Tapi lanjut ia, kita jangan terlena bahkan merasa gembira melihat tasik, karena Tasik sekarang oksigennya terbaik se Indonesia, sementara Garut belum.
“Maka lakukanlah yang terbaik untuk mengatasi agar produksi sampah bisa terus berkurang dan sampah bisa menjadi barang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Karena masalah darurat sampah telah menjadi isu Nasional lanjut Ferdiansyah, maka antisipasinya, kita harus memulai dari akar rumput atau yang Nampak didepan mata kita atau ingkungan kehidupan kita sehari-hari, yaitu memulai dari sampah rumah tangga.
“Ya, jangan dulu melihat yang jauh-jauh, lihatlah dulu yang Nampak dilingkugan rumah tangga kita, sehingga manfaatnya bisa langsung kahartos oge karaos, serta kabuktos peran kader Golkar,” katanya.
Penanganan sampah rumah tangga sendiri katanya bisa dimulai dengan metode sederhana, setelah dipilih dari jenis botol, plastik, kaca juga logam, maka sampah organik bisa mulai diolah menjadi pupuk organik.
“Gak perlu repot-repot mencari tempat, tapi kita bisa menggunakan lahan-lahan yang sempit dan tidak terpakai. Nantinya, masyarakat atau kader golkar bisa memberikan pupuk organiknya pada petani dan si petani juga bisa menukarnya dengan sayuran atau yang lainnya, sesuai dengan kebutuhan kita,” tutur Ferdiansyah.
Selain diolah menjadi pupuk lanjut
Ferdiansyah, masih berbicara masalah sampah organik atau dedaunan yang dicacag atau diperhalus mengunakan peralatan seadanya, jika dicampur dengan kotoran domba hasilnya bisa juga dijadikan biogas yang cukup untuk sekedar memasak air teh atau kopi, juga memasak mie.
“Disinilah, makanya kami mengajak para kader Golkar bisa mengurangi sampah rumah tagga dulu, karena dengan pola seperti ini kita sudah mulai bisa mengurangi kontek pengurangan biaya rumah tangga
“Makanya, kami mengajak para kader-kader Golkar, bukan saja untuk mengurangi sampah dilingkugan kita, tapi juga mengurangi kontek biaya rumah tangga. Belum lagi kan bicara masalah pendapatan rumah tangga, karena pupuk dan bio gas minimalnya bisa kita lempar kepada mereka yang membutuhkan juga,” imbuhnya.
Berdasakan konsep tersebut, tambah Ferdiansyah yang Ia ingin lakukan pula adalah adanya kolaborasi langsung para kader-kader Golkar dengan rakyat, sesuai dengan slogan Golkar yang menyatakan bahwa suara Golkar merupakan suara rakyat.
“Disinilah, kita juga akan turun langsung membantu pemerintah agar bisa lagsung bersentuhan dengan rakyat, untuk mengenalkan bahwa pupuk organik dan biogas sangat sederhana teknologinya,” imbuhnya.
Disinggung mengenai tagapan pelaksanaan Musda Golkar Kabupaten Garut yang akan digelar pada bulan ini, Ferdiansyah menyarankan agar semua calon bisa turun langsung ke bawah, temani kader-kader untuk berbuat baik dan bisa memberikan tanda-tanda bahwa kita sedang punya hajat.
Pada pelaksanaannya nati lanjut ia, masing-masing jajaran atau structural pasti punya gaya dan budaya masing-masing.
“Kalau pemilihannya bisa dicapai melalui musyawarh mangga, kalaupun itu bisa dilaksanakan melalui perolehan suara yang berujung pada musyawarah juga manga. Yang penting, bagaimana caranya agar ke depan, Golkar bisa lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang keberadaannya,” pungkasnya.***











