KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – SMAN 1 Singaparna terus mematangkan berbagai persiapan menjelang digulirkannya program prestisius “Sekolah Maung” (Manusia Unggul).
Sekolah ini menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tasikmalaya yang ditunjuk untuk menyelenggarakan program inovatif tersebut.
Kepala SMAN 1 Singaparna, H. Dede Iryanto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa persiapan maksimal wajib dilakukan agar implementasi di lapangan dapat berjalan mulus dan sesuai target yang diharapkan.
”Ini kan merupakan program baru, yang tentunya banyak aturan atau regulasi lain yang perlu kami pahami lebih dalam lagi,” ujar H. Dede di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).
Sebagai langkah konkret, pihak sekolah saat ini gencar melakukan sosialisasi langsung dengan menyasar para Kepala SMP maupun sekolah sederajat yang tersebar di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah akselerasi ini pun mendapat respons positif dari kalangan pendidik. Salah seorang Kepala SMPN di Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik hadirnya program besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini.
”Kami yakin ini sebuah terobosan baru dari Pak Gubernur di bidang pendidikan. Makanya, kami sangat berharap para siswa yang masuk kategori ‘Sekolah Maung’ untuk segera mendaftarkan diri ke SMAN 1 Singaparna,” tuturnya.
H. Dede menambahkan, kehadiran program Sekolah Maung ini otomatis akan membawa perubahan pada skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun pelajaran 2026/2027. Sementara untuk urusan kurikulum, nantinya akan didesain khusus agar adaptif dengan minat dan bakat masing-masing peserta didik.
”Penerimaan murid untuk Sekolah Maung di Jabar ini menggunakan jalur prestasi akademik dan non-akademik, tanpa menerapkan sistem zonasi. Untuk jalur akademik, penilaian diambil dari nilai rapor dan tes kemampuan akademik. Sedangkan non-akademik, melalui verifikasi sertifikat prestasi atau HAKI,” jelasnya merinci.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keran pendaftaran untuk program Sekolah Maung ini akan dibuka lebih awal, yakni pada bulan Mei tahun ini. Mengingat ketatnya seleksi dan kuota yang disediakan sangat terbatas, pihak sekolah mengimbau para calon siswa potensial untuk bergerak cepat.
”Kami berharap para peserta didik yang masuk kriteria program Sekolah Maung bisa segera mendaftarkan diri. Kuotanya dibatasi, maksimal hanya 32 siswa per rombongan belajar (rombel),” pungkas H. Dede (Adji Shg)







