KABAR POLISI

Gara-Gara Konten Teror Pocong Viral Resahkan Warga, Polda Jabar Ambil Tindakan Tegas

×

Gara-Gara Konten Teror Pocong Viral Resahkan Warga, Polda Jabar Ambil Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh fenomena viralnya video teror pocong yang memicu keresahan di tengah masyarakat. Menanggapi situasi tersebut, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bergerak cepat melakukan pendalaman guna menjaga kondusivitas di lingkungan warga.

​Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochman menyatakan, berdasarkan hasil penelusuran tim siber, pihak kepolisian menemukan berbagai modus di balik menyebarnya video-video tersebut. Mulai dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga aksi sejumlah warga yang sengaja membuat konten vlog dengan menyeting penampakan pocong palsu demi mendulang penonton.

​”Kami ada beberapa postingan yang kita dalami. Di situ ada postingan yang karena memang bentuknya AI, ya. Kemudian ada masyarakat juga nge-vlog di situ, kemudian hadir dengan settingan bahwa itu pocong-pocongan palsu gitu,” ujar Hendra saat memberikan keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

​Menurutnya, aksi candaan atau prank menakut-nakuti orang seperti mengecoh satu kampung, mendatangi pos ronda, hingga mengganggu orang pacaran bukanlah hal baru. Namun, dampak dari fenomena konten pocong yang marak belakangan ini dinilai sudah melewati batas wajar karena memicu ketakutan masif di kalangan masyarakat bawah.

​”Sebenarnya dulu-dulu juga banyak, ya. Ada nge-prank satu kampung, ada yang nge-prank ke pos ronda, ada yang nge-prank orang pacaran. Tetapi impact-nya khusus yang kejadian ini, ini menakuti warga dan menimbulkan keresahan,” jelasnya

​lanjut Hendra, kini justru memicu tindakan reaktif yang kontraproduktif dan berpotensi memicu gesekan baru. Polisi mengidentifikasi adanya kelompok-kelompok warga yang mulai berjaga-jaga dengan membawa senjata, yang malah berbalik memicu rasa takut bagi warga lain atau pengguna jalan yang hendak melintas.

​”Karena masyarakat ini sekarang ada timbul dia menggunakan senjata, kemudian berkelompok, ada yang mau lewat kampung itu jadi takut. Ini betul-betul mengganggu ketertiban,” tegasnya lagi.

​Menyikapi kondisi yang kian tidak kondusif ini, Polda Jabar telah menyiapkan tiga langkah taktis untuk meredam fenomena teror pocong tiruan tersebut:

​Pertama: Polisi akan mendatangi langsung para pelaku atau vlogger pembuat konten yang memicu keresahan tersebut untuk diberikan imbauan keras agar tidak mengulangi perbuatannya

​Kedua: Mengimbau seluruh lapisan masyarakat, baik yang wilayahnya diinformasikan secara langsung maupun tidak, untuk segera menghentikan pembuatan dan penyebaran konten-konten serupa.

​Ketiga: Pihak kepolisian memastikan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum secara tegas apabila ditemukan adanya unsur pidana dalam aksi tersebut.

​Kabid Humas Polda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menggalakkan semangat gotong royong dan menjaga keamanan kampung halaman secara bijak dan damai.

​”Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk sauyunan, menjaga lembur (kampung halaman).” pungkas Hendra. (FTH)