KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –Suasana khidmat sekaligus haru biru menyelimuti Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) pada Minggu (31/05/2026). Air mata dan rasa bangga bercampur aduk saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menggelar upacara purna bakti untuk melepas dua putra terbaiknya.
Acara ini menjadi panggung apresiasi tertinggi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi tanpa batas yang telah diukir oleh dua pejabat senior tersebut selama puluhan tahun demi kemajuan Sumedang.
Dua sosok tangguh yang resmi mengakhiri masa baktinya di jajaran pejabat tinggi pratama (Eselon II) tersebut adalah Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanditik), Drs. Sonson Mukhamad Nurikhsan, M.Si, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Drs. H. Asep Tatang Sujana, M.Si.
Suasana kian menyayat hati saat Sonson Mukhamad Nurikhsan berdiri di podium untuk menyampaikan pesan perpisahan. Menatap barisan rekan sejawat yang tampak emosional, ia merefleksikan perjalanan panjang kariernya yang membentang selama empat dekade.
”40 tahun masa kebersamaan bukan hal yang singkat. Yang terakhir tidak terasa di Diskominfosanditik. Tapi pasti ada kelakuan, perkataan yang menyinggung perasaan Bapak, Ibu semuanya, itu semua saya mohon dimaafkan,” tutur Sonson dengan nada suara yang bergetar penuh kerendahan hati.
Setali tiga uang, Kepala Kesbangpol Sumedang, Asep Tatang Sujana, juga tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dalam untaian kalimat perpisahannya, ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Sumedang. Bagi Asep, segala capaian manis yang diraih instansinya bukanlah kerja individu, melainkan buah dari soliditas tim yang hebat yang mampu menutupi segala kekurangan pribadinya.
Bupati Sumedang, Dr. Dony Ahmad Munir, yang hadir langsung memimpin prosesi pelepasan, memberikan penghormatan mendalam. Menurut Bupati Dony, warisan kerja (legacy) dan kerja keras yang ditinggalkan kedua pejabat tersebut telah memberikan dampak yang luar biasa positif bagi roda pemerintahan, mutu pelayanan publik, hingga akselerasi pembangunan di Kabupaten Sumedang.
Di balik keharuan yang merebak, Bupati Dony menyelipkan pesan motivasi yang membakar semangat. Ia mengingatkan bahwa pensiun hanyalah pembatas administratif, bukan akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
”Bila kita telah selesai dengan sebuah urusan, maka laksanakan urusan lainnya dengan sebaik-baiknya. Jadi, tugas sebagai PNS sudah selesai, tapi di depan mata kita ada banyak cara untuk berbakti, untuk berjuang, untuk bekerja, dan untuk mengabdi,” tegas Bupati Dony.
Pemerintah daerah dan masyarakat Sumedang menaruh harapan besar agar pengalaman kaya, pengetahuan luas, serta keteladanan yang melekat pada diri Sonson dan Asep tidak ikut pudar. Sumbangsih pemikiran serta jiwa sosial keduanya masih sangat dinanti demi keberlanjutan kemajuan Sumedang di masa depan.
Ritual perpisahan ini akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan cenderamata, dan jabat tangan penuh kehangatan dari seluruh pegawai Pemkab Sumedang. Di balik pelukan dan isak tangis yang tersisa, ada penghormatan yang abadi bagi dua abdi negara yang telah menuntaskan tugasnya dengan kepala tegak dan integritas tanpa cela. Selamat memasuki masa purna bakti.*(GUH)*






