KAPOL.ID – Sosok Itang Sonjaya kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujung Jaya. Ia bukan sekadar nama dalam bursa calon pemimpin, melainkan simbol harapan yang lahir dari kerja nyata dan dedikåasi panjang bagi tanah kelahirannya.
Menjelang tahun 2029 pada perhelatan Pilkades serentak di Kabupaten Sumedang bergulir, profil Itang muncul dengan narasi yang jauh dari sekadar janji manis politik.Bagi warga Sakurjaya, Itang bukanlah sosok “musiman” yang baru muncul saat pesta demokrasi tiba. Ia adalah putra daerah yang tumbuh besar di tengah dinamika desa.
Sebagai Ketua Karang Taruna Desa Sakurjaya, Itang telah membuktikan bahwa kepemimpinan muda bukanlah soal status, melainkan tentang pengabdian. Keteladanan Itang paling terasa dalam pendampingan sektor peternakan. Di saat banyak anak muda memilih meninggalkan desa untuk merantau ke kota, Itang justru memilih bertahan.
Ia merangkul para peternak sapi dan domba, memberikan bimbingan teknis dan manajerial, serta turun langsung ke kandang-kandang warga untuk memecahkan hambatan produksi. Keberhasilannya mengawal kelompok peternak menjadi bukti nyata visi manajerialnya yang kuat serta kepeduliannya pada ketahanan ekonomi rumah tangga warga.
Kekuatan utama Itang terletak pada karakternya yang low profile namun tegas dalam bertindak. Warga mengenalnya sebagai figur yang mudah dihubungi, pendengar yang baik, dan pengambil keputusan yang berani. Inilah modal sosial yang menjadikan Itang sebagai sosok pemersatu di tengah masyarakat.
”Itang adalah anak muda yang tidak berjarak dengan kami. Dia tahu kebutuhan peternak karena dia menjalaninya bersama kami. Itang adalah manifestasi dari pemimpin yang paham bahwa membangun desa dimulai dari memperkuat ekonomi rumah tangga warga itu sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Menghadapi era perubahan yang cepat dan masuknya arus industrialisasi di wilayah Ujung Jaya, Itang dinilai sebagai sosok yang paling siap memandu desa. Ia memiliki visi besar agar Sakurjaya tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan menjadi pelaku utama dalam gerak pembangunan:
Transformasi hasil bumi dan ternak warga menjadi komoditas bernilai jual tinggi melalui tata kelola yang profesional. Memastikan setiap kebijakan industrialisasi di wilayah Ujung Jaya memberikan dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan UMKM desa.
Membangun fondasi pemerintahan desa yang transparan, di mana setiap program kerja diukur dari seberapa besar manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pilkades serentak tahun 2029 mendatang menjadi momentum krusial bagi warga Sakurjaya. Kehadiran Itang Mahesa dengan rekam jejak yang matang dan integritas yang telah teruji memberikan angin segar bagi masa depan desa.
Masyarakat kini menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan Itang, Desa Sakurjaya akan mampu melompat lebih tinggi, menjadi desa yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di kancah yang lebih luas.
Itang Sonjaya bukan sekadar tentang ambisi personal, melainkan dedikasi seorang putra daerah yang ingin memastikan tanah kelahirannya menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.***






