KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat bergerak taktis melakukan akselerasi penyaluran Bantuan Pangan Beras. Tak hanya itu, BULOG juga memperluas jangkauan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah intervensi masif ini menjadi benteng utama pemerintah dalam meredam gejolak harga, sekaligus menjamin keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menegaskan bahwa jika terjadi lonjakan harga beras di sejumlah daerah, pihaknya bersama pemerintah telah menyiapkan bantalan skenario serta solusi konkret untuk mengantisipasinya.
”Salah satu instrumen utama yang kini tengah digenjot di lapangan adalah mempercepat distribusi bantuan sosial dan memperluas penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar pencatatan inflasi (Pasar SP2KP) dan pasar tradisional,” ungkap Nurman Susilo. Jumat (3/7/2026)
BULOG Jabar terus memacu ritme kerja di lapangan agar bantuan pangan beras dapat segera menyentuh seluruh Penerima Bantuan Pangan (PBP) sesuai target lini masa dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data per 2 Juli 2026, realisasi penyaluran komoditas bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026 mencatatkan performa gemilang:
Titik Distribusi: Sudah tersalurkan 100%, atau setara dengan 121.870.600 kg beras dan 24.374.120 liter minyak.
Penerima Manfaat (PBP): Sukses diserahterimakan mencapai 99,90%, menjangkau 6.087.709 orang.
”Program Bantuan Pangan ini dirancang untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta membantu meredam tekanan harga beras yang bergejolak di pasar. Saat ini, sisa penyaluran terus kami maksimalkan agar dampaknya langsung menguatkan daya beli masyarakat,” tambah Nurman.
Tidak hanya fokus pada program bansos, BULOG Jabar juga agresif membanjiri pasar domestik melalui program SPHP guna memotong rantai spekulasi harga. Hingga periode berjalan di tahun 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Barat telah menembus 44.000 ton (atau sekitar 43,55% dari total target tahunan 2026).
Beras penyeimbang harga ini terus diperluas secara merata melalui berbagai lini distribusi resmi, mulai dari:
Pasar tradisional dan kios pangan lokal.
Gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM).
Jaringan pengecer yang terintegrasi dengan pemerintah daerah.
”Beras SPHP merupakan beras subsidi agar masyarakat bisa mendapatkan kualitas oke dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, jalur distribusinya wajib diperluas dan dipercepat. Masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan di gudang BULOG Jabar masih melimpah,” jelasnya.
Sinergi antara akselerasi bantuan pangan dan distribusi beras SPHP dinilai sebagai formula paling ideal saat ini untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Dengan fondasi stok yang kokoh, masyarakat diimbau untuk tetap tenang.
BULOG Jabar menjamin seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di kompleks pergudangan berada dalam kondisi prima, terawat, dan siap dimobilisasi sewaktu-waktu.
Guna memastikan kebijakan ini berjalan tanpa kendala di tingkat hilir, BULOG Jabar menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, serta jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan melekat di lapangan. Kerja keroyokan lintas sektoral ini memastikan rantai distribusi tetap bersih dan kedaulatan pangan di Jawa Barat sepenuhnya terjaga.
”Kepada masyarakat Jawa Barat, saya tegaskan bahwa ketersediaan stok beras cadangan pemerintah di gudang BULOG Jawa Barat sangat cukup dan aman, bahkan hingga tahun 2027. Kami bersama Satgas Pangan, Bapanas, dan Pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga di pasar,” pungkas Nurman Susilo. (JM)








