BIROKRASI

Kepala Desa Tegaskan Tetap Lakukan Revitalisasi, Ratusan Warga dan Pedagang Pasar Cimalaka Blokade Jalan hingga Kepung Balai Desa

×

Kepala Desa Tegaskan Tetap Lakukan Revitalisasi, Ratusan Warga dan Pedagang Pasar Cimalaka Blokade Jalan hingga Kepung Balai Desa

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE — Ketegangan hebat melanda kawasan Cimalaka setelah ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Desa dan Pasar Cimalaka Bersatu menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Mereka menolak keras rencana revitalisasi pasar yang dinilai diputuskan secara sepihak tanpa melibatkan ruang dialog yang adil bagi para pedagang.

Aksi protes dimulai di sekitar kawasan pasar yang terletak di seberang jalan utama nasional. Sebelum bergerak menuju kantor desa, massa yang diselimuti kekecewaan melakukan aksi bakar ban bekas di tengah jalan.

Kobaran api dan kepulan asap hitam pekat sempat memicu ketegangan di jalur utama yang menghubungkan Cirebon dan Bandung tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas di kedua arah mengalami kemacetan parah dan memaksa aparat kepolisian bekerja ekstra untuk mengurai kendaraan.

Kepung Balai Desa dan Hadapi Barikade Polisi

Tidak puas menyampaikan aspirasi di jalan nasional, gelombang massa kemudian bergerak merangsek dan mengepung Balai Desa Cimalaka. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang bersiaga lengkap dengan tameng huru-hara, aksi unjuk rasa ini berjalan dengan tensi tinggi.

Di tengah kerumunan, spanduk raksasa bertuliskan “Aliansi Warga Desa dan Pasar Cimalaka Bersatu Menolak Sementara Rencana Revitalisasi Pasar Cimalaka” dibentangkan sebagai simbol perlawanan nyata terhadap kebijakan yang dianggap mengancam hajat hidup mereka.

Perwakilan warga menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap pembangunan atau peremajaan infrastruktur. Namun, mereka menuntut hak negosiasi yang transparan.

Selama ini, keputusan proyek revitalisasi dinilai bergulir tanpa kompromi yang jelas mengenai nasib dan kelangsungan usaha para pedagang kecil pasca-revitalisasi.

“Warga dan pedagang keberatan karena tidak ada ruang negosiasi yang akomodatif. Kami menuntut hak untuk didengar sebelum kebijakan yang berdampak sistemik ini dipaksakan berjalan,” ujar salah satu orator di lokasi.

Sikap Keras Otoritas Desa: Pedagang Diminta Segera Kosongkan Kios

Merespons gelombang protes yang kian memanas, Kepala Desa Cimalaka langsung turun menemui massa di baris terdepan.

Sambil memegang sejumlah dokumen penting, Kepala Desa berupaya meredam amarah warga di lapangan. Kendati berjanji untuk menampung dan menyampaikan aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, sikap otoritas setempat tampaknya sudah tidak bisa ditawar.

Dalam keterangan resminya, Kepala Desa menegaskan akan tetap lakukan revitalisasi Pasar Cimalaka agar proyek peremajaan tersebut bisa segera berjalan.

Sejalan dengan sikap keras tersebut, dirinya pun meminta kepada para pedagang agar segera mengosongkan tempat dagangan atau kios mereka dalam waktu dekat.

Langkah taktis penenangan situasi di lokasi unjuk rasa didukung penuh oleh jajaran kepolisian yang menggunakan pengeras suara untuk mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban, sekaligus memastikan bahwa proses penyaluran pendapat berjalan kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Balai Desa Cimalaka dilaporkan telah berangsur mereda dan arus lalu lintas di jalur nasional kembali normal. Kendati demikian, warga dan pedagang menegaskan akan terus mengawal isu ini.

Mereka mengancam bakal mengerahkan massa yang jauh lebih besar jika ruang dialog publik yang resmi tidak segera dibuka oleh pihak-pihak berwenang. ***