KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Langkah berani diambil manajemen Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPKKP Bandung pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 ini.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Aji Darmaji, S.Pd., sekolah yang berlokasi di Jalan Cijerah No. 230, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung ini memutuskan untuk membebaskan biaya Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) selama tiga tahun penuh bagi siswa baru.
Kebijakan prorakyat ini sengaja digulirkan guna meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kalangan keluarga menengah ke bawah.
Efeknya pun luar biasa. Kebijakan tersebut diyakini menjadi magnet utama yang mendongkrak jumlah pendaftar hingga naik 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran baru ini, SMP YPKKP sukses menjaring 150 siswa baru yang terbagi ke dalam lima rombongan belajar (rombel).
”Alhamdulillah, proses SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) di kami berjalan lancar. Ini semua berkat kerja keras semua elemen, mulai dari guru, panitia, tata usaha, layanan khusus, dukungan yayasan, serta Dinas Pendidikan Kota Bandung,” ujar Aji Darmaji saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Aji menjelaskan, seluruh siswa baru yang diterima kali ini didominasi oleh keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5. Keputusan membebaskan biaya DSP ini, lanjut dia, lahir dari kepekaan sekolah terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.
”Kami ingin membantu meringankan beban orang tua. Pembebasan atau keringanan biaya DSP selama tiga tahun ini merupakan respons kami terhadap masukan dari tokoh masyarakat dan warga sekitar, khususnya dari wilayah Cijerah, Cibuntu, Holis, hingga Cigondewah Kaler,” tuturnya.
Menurutnya, faktor biaya kerap menjadi ganjalan utama anak-anak di wilayah tersebut untuk melanjutkan sekolah. Ia menyebut, anggapan bahwa sekolah negeri sepenuhnya gratis pun tidak selalu tepat di lapangan, karena tetap ada biaya-biaya personal yang harus ditanggung orang tua.
Kendati jumlah siswa baru melonjak drastis hingga 100 persen, Aji menegaskan pihaknya tidak mau jemawa. Momentum ini justru dijadikan bahan introspeksi untuk terus melecut kualitas pelayanan sekolah agar memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
”Ke depan, kami juga berharap ada perhatian dan dukungan bantuan dari Pemerintah Kota Bandung untuk pengembangan sarana di sekolah ini,” tambahnya.
Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru, SMP YPKKP Bandung kini tengah bersiap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Berbeda dengan tahun-tahun lalu, melonjaknya jumlah siswa membuat pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua shift (pagi dan siang).
Aji memastikan, pelaksanaan MPLS yang akan resmi dibuka pada Jumat, 17 Juli 2026 mendatang, bakal mengusung konsep Ramah Anak sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kota Bandung.
”Kami garansi tidak ada yang namanya perpeloncoan, senioritas, intimidasi, apalagi perundungan. Semua siswa, baik kelas VII, VIII, maupun IX harus merasa senang dan nyaman saat berada di lingkungan sekolah,” tegas Aji.
Sebagai persiapan, pihak sekolah telah menggelar masa pra-MPLS pada 13–15 Juli 2026 yang diisi dengan kegiatan positif, mulai dari tes baca tulis Al-Qur’an, tes kesehatan (CKG) bekerja sama dengan Puskesmas Cijerah, hingga tes literasi dan numerasi.
Sementara untuk materi utama MPLS nanti, para siswa baru akan dibekali dengan materi nasionalisme (kesemaptaan), adab sopan santun, tanggung jawab mandiri, hingga pengenalan lingkungan sekolah yang dipandu langsung oleh OSIS dan guru pendamping.
Di akhir penjelasannya, Kepala SMP YPKKP Bandung ini menitipkan pesan mendalam kepada para orang tua siswa agar tidak lelah memberikan motivasi kepada anak-anaknya.
”Terus dorong anak-anak kita untuk belajar sungguh-sungguh demi mengejar cita-cita setinggi langit. Dan yang paling utama, setelah semua ikhtiar dilakukan, jangan pernah sekali-kali meninggalkan ibadah salat,” pungkasnya. (AM)






