PESANTREN

IPNU-IPPNU Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dilantik

×

IPNU-IPPNU Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dilantik

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya masa bakti tahun 2025-2027 di Pondok Pesantren Al-Falah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026).*

KAPOL.ID –
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya masa khidmat 2025–2027 resmi dilantik.

Pelantikan berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Al-Falah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026).

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, mengapresiasi konsistensi IPNU dan IPPNU dalam melakukan kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama.

“Di tengah hiruk pikuk situasi zaman, saya yakin kader IPNU dan IPPNU akan menjadi putra-putri terbaik Nahdlatul Ulama. Yang kelak tampil sebagai pemimpin masa depan.”

“Adaptif terhadap perubahan itu penting, tetapi jangan sampai kehilangan arah dan tercerabut dari akar budaya,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh kader untuk mendukung gerakan “Ayo Hidupkan Tasik” melalui kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Kader NU dapat menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan pesantren. Karena salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya adalah pengelolaan sampah.

“Saya berharap pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dapat menjadi pelopor dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Sekretaris PCNU, Drs. H. Abdul Wahid berharap IPNU dan IPPNU dapat terus menjadi gerbang kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama. Dalam memperkuat identitas Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Serya meningkatkan budaya literasi dan memperkuat pendidikan karakter di kalangan generasi muda.

Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya, Gigin Muharom, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi. Tetapi awal dari lahirnya tanggung jawab moral dan ideologis kader dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

“Kami tidak ingin hanya melahirkan kader yang patuh pada struktur organisasi. Juga kader yang memiliki daya juang, keberanian mengambil peran.”

“Serta mampu mendinamisasi nilai-nilai organisasi di setiap tingkatan, mulai dari komisariat, PAC, hingga PC,” ungkapnya.

Senada dengan Ketua PC IPPNU Kabupaten Tasikmalaya, Novi Vitriani. Kepengurusan yang baru dilantik berkomitmen menjadikan IPPNU sebagai ruang aktualisasi diri bagi pelajar putri untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kemampuan kepemimpinan.

“IPNU dan IPPNU menjadi ruang bagi kami untuk mengaktualisasikan diri, menambah kapasitas intelektual. Serta melatih keterampilan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Wahid, DPRD Prov. Jawa Barat, H. M. Lillah Syahrul Mubarak. Kemudian Wk Bendahara PWNU sekaligus Direktur BUMNU Jawa Barat Bapak Irman Meilandi dan tamu undangan lainnya.

Pesantren

Ketua Pelaksana Pelantikan, Adi Musfiq, menjelaskan pemilihan Pondok Pesantren Al-Falah sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar pilihan tempat penyelenggaraan. Namun memiliki makna simbolis yang erat kaitannya dengan jati diri organisasi.

Menurutnya, pelantikan di lingkungan pesantren merupakan refleksi semangat IPNU dan IPPNU. Untuk kembali kepada khittah perjuangan sebagai organisasi pelajar yang lahir dan tumbuh dari tradisi pendidikan, khususnya sekolah dan pesantren.

“Pemilihan Pondok Pesantren Al-Falah menjadi gambaran bahwa IPNU dan IPPNU sedang kembali kepada khittahnya. Sekolah dan pesantren adalah fondasi utama kaderisasi IPNU dan IPPNU.”

“Dari lingkungan inilah lahir generasi pelajar yang memiliki kekuatan intelektual, spiritual, dan sosial sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Adi Musfiq. (Neneng)***