KANAL

KAI Daop 2 Bandung Warning Warga: Jangan Nyampah dan Bakar-bakar Dekat Rel

×

KAI Daop 2 Bandung Warning Warga: Jangan Nyampah dan Bakar-bakar Dekat Rel

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL ) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memberi peringatan keras kepada masyarakat. Warga diwanti-wanti untuk tidak melakukan seperti membuang atau membakar sampah sembarangan, terutama di sepanjang jalur rel kereta api.

​Terlebih, saat ini cuaca kering akibat musim kemarau tengah melanda. Kecerobohan kecil membakar sampah bisa memicu kebakaran hebat yang berujung petaka bagi perjalanan kereta api.

​Kebakaran di sekitar jalur rel bukan cuma perkara polusi udara. Dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan publik. Asap pebal dari pembakaran sampah dipastikan bakal menutup jarak pandang masinis yang sedang membawa ratusan penumpang.

​Lebih ngerinya lagi, kobaran api yang merembet berpotensi merusak fasilitas vital perkeretaapian. Mulai dari bantalan rel yang hangus, kabel persinyalan yang putus, perangkat telekomunikasi yang eror, hingga instalasi kelistrikan yang bisa bikin sistem perjalanan kereta lumpuh total.

​Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menegaskan, urusan keselamatan kereta api ini bukan cuma tugas orang KAI semata. Butuh kesadaran penuh dari masyarakat, utamanya yang tinggal di kanan-kiri jalur rel.

​”Memasuki musim kemarau, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar maupun membuang sampah sembarangan di sekitar jalur rel. Tindakan itu kelihatannya sepele, tapi efek dominonya bisa membahayakan perjalanan kereta, merusak fasilitas, dan mengancam nyawa penumpang serta warga sendiri,” tegas Kuswardojo, Kamis (16/7/2026)

​Bukan cuma melarang bakar sampah, pihak KAI Daop 2 Bandung juga menantang peran aktif masyarakat untuk jadi bagian dari sistem kewaspadaan dini (early warning). Warga diminta jeli melihat kejanggalan di area rel.

​Jika masyarakat melihat ada keanehan, mereka diimbau untuk tidak tinggal diam dan segera melapor ke petugas KAI terdekat. Beberapa kondisi darurat yang harus diwaspadai di antaranya:

​Rel yang meliuk atau bengkok akibat cuaca panas (S-Pattern).
​Ancaman tanah longsor yang mendekati jalur rel.
​Pohon pelindung yang rawan tumbang.
​Genangan air misterius yang bisa menggerus kestabilan jalur rel.

​”Peran aktif warga sangat kami butuhkan. Kalau nemu keanehan, misalnya rel meliuk berbentuk S-Pattern atau hal lain yang dirasa janggal, tolong segera laporkan ke petugas terdekat. Laporan cepat dari warga bikin petugas bisa langsung gerak cepat sebelum jadi kecelakaan besar,” tambahnya.

​Meskipun dari internal KAI Daop 2 Bandung sendiri rutin menggelar patroli jalur dan pemantauan ketat selama kemarau ini, namun luasnya wilayah operasional membuat mata petugas terbatas.

​”Kunci utama keselamatan moda transportasi massal ini tetap ada pada kolaborasi dan kepedulian masyarakat yang saling menjaga aset negara demi keselamatan bersama.” pungkas Kuswardojo (FTH)