KABAR PRIANGAN ONLINE – Peta kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat resmi memasuki babak baru. Sekretaris Umum PWI Jabar yang juga Pemimpin Redaksi Inilah Koran, Tantan Sulthon Bukhawan, melangkah mantap mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2032 di Sekretariat PWI Jabar, Jalan Wartawan II No. 23, Bandung, Jumat (31/7/2026).
Penyerahan berkas tersebut bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan penegasan komitmen seorang jurnalis senior yang tumbuh dari rahim aktivisme untuk membawa organisasi pers tertua di Indonesia ini menuju era transformasi.
“Kami mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap seluruh tahapan dapat dikawal secara objektif serta transparan. Konferensi Provinsi (Konferprov) harus menjadi pesta demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan kebersamaan,” ujar Tantan usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Di tengah dinamika kompetisi, Tantan membawa narasi sejuk dengan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal. Ia secara terbuka mengungkapkan gagasan kesepakatan moral yang telah terbangun bersama rivalnya, Andi.
Siapa pun yang kelak dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan, komitmen untuk saling menguatkan demi kemajuan PWI Jawa Barat menjadi fondasi utama. Sikap ini menegaskan bahwa rivalitas dalam Konferprov sejatinya adalah adu gagasan, bukan pembelahan.
Konferprov PWI Jawa Barat sendiri dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung untuk menentukan Nakhoda PWI dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Jabar untuk lima tahun ke depan.
Menjawab tantangan disrupsi media dan krisis eksistensi jurnalisme masa kini, Tantan mengusung visi besar “PWI Jabar Istimewa” sebuah manifesto yang dirangkum dalam tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.”
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima pilar program strategis:
Mencetak wartawan yang adaptif terhadap akselerasi teknologi melalui penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), konten audio-visual, podcast, dan ekosistem media digital.
Memfasilitasi 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara gratis yang terintegrasi dengan pelatihan peningkatan kapasitas SDM secara berkesinambungan.
Memperkuat jaring pengaman profesi dan jaminan sosial anggota melalui integrasi BPJS Ketenagakerjaan serta pendampingan hukum yang solutif.
Membangun kolaborasi sinergis berbasis pentahelix bersama pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, sektor swasta, dan komunitas demi memperluas wawasan serta jaringan bisnis pers.
Mentransformasi kantor PWI di tingkat provinsi maupun daerah menjadi ruang kolaborasi inklusif, pusat pelatihan interaktif, dan inkubator kreativitas bagi para insan pers.
Rekam Jejak: Tempaan Aktivis hingga Pemimpin Redaksi
Langkah Tantan dalam bursa calon ketua didukung oleh rekam jejak (track record) yang solid. Mengawali karier intelektual dan pergerakannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Tantan terjun ke dunia kewartawanan pada 2003 di Harian Umum Mitra Dialog (kini Kabar Cirebon grup Pikiran Rakyat).
Karakter kejournalisannya kian teruji kala ia memperkuat Harian SINDO (Seputar Indonesia) sepanjang periode 2006–2011, sebelum akhirnya mendedikasikan dedikasi penuh di Inilah Koran hingga dipercaya menempati posisi puncak sebagai Pemimpin Redaksi.
Secara akademis, keilmuannya ditopang oleh gelar Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kombinasi antara kelimuan akademis, pengalaman lapangan, serta kepribadiannya yang inklusif dan luwes membuat Tantan kerap dipercaya menjadi narasumber kunci dalam berbagai forum komunikasi dan media nasional.***












