KAPOL.ID-Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian mengimbau, para petani di Kabupaten Garut untuk menunda dulu penanaman padi sebelum musim hujan turun, mengingat, berdasarkan laporan yang dihimpun, hingga 31 Agustus tercatat sebanyak 140 H lahan pertanian yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cibatu, Selaai dan Bungbulang dinyatakan gagal panen atau puso.
Sementara itu, di sejumlah kecamatan lainnya tambah Ardhy dalam keadaan terancam atau masih berjalan, tapi tergantung kondisi air yang ada.
“Berdasakan pengalaman tersebut, maka kami mengimbau para petani utuk bisa menunda dulu waktu menanam padi, sampai musim hujan turun,” Tutur Ardhy usai mengikuti apel pagi di Halaman Kantor Setda Garut, Senin (14/9/26).
Akibat gagal panen tersebut lanjut Ardhy, kerugian yang dialami petani mencapai sekitar 700 ton gabah yang kalau diuangkan per kilonya saja bisa mencapai harga Rp 6.400.
Untuk mengantisifasi terjadinya kerugian yang lebih besar lanjut Ardhy, pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa langkah penanganan.
Yang pertama lanjut Ardhy, telah menyiapkan pompa-pompa air di tiap kecamatan yang jumlah totalnya sebanyak 95 unit, membangun titik-titik irigasi perpompaan berupa sumur dangkal.
“Tahun ini ada 89 titik sumur dangkal, kemudian selanjutnya kita mengadakan cadangan benih pengganti, yang diperuntukan bagi para petani jika mereka membutuhkan untuk penanaman kembali atau penanaman di musim berikutnya,” tutur Ardhy.
Tidak hanya sampai disitu lanjut Ardhy, yang terakhir, pihaknya juga telah menyiapkan asuransi untuk usaha tani.
Untuk tahun ini saja katanya, pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 1800 H untuk asuransi usaha tani padi. Dengan demikian katanya, lahan-lahan yang fuso bisa mengajukan untuk mendapatkan asuransi tersebut. (ANANG KN)***












