KAPOL.ID — Festival Literasi Sumedang (FestLiterasi) 2026 resmi digelar selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2026, dengan mengusung tema “Menjaga Peradaban Literasi untuk Kesejahteraan.”
Kegiatan yang menghadirkan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebagai keynote speaker tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Selasa (15/9/2026).
Festival Literasi Sumedang 2026 dihadiri Kepala Dinas Arsip Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Forkopimda, para kepala SKPD, camat, pelajar, mahasiswa, akademisi serta peserta berbagai kegiatan literasi.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam dan penghargaan secara simbolis kepada para juara berbagai perlombaan literasi. Selain itu, digelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang.
Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, mengatakan Festival Literasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan layanan perpustakaan sekaligus mengembangkan budaya membaca dan literasi masyarakat.
“Festival literasi ini tujuannya mempromosikan layanan perpustakaan, mengembangkan budaya baca dan literasi masyarakat, serta memberikan dampak positif terhadap capaian indikator literasi daerah,” ujarnya.
Hari menyebutkan, Kabupaten Sumedang saat ini berada di peringkat keempat dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam tingkat kegemaran membaca.
Sementara dalam bidang pengawasan kearsipan, Sumedang berada di peringkat keenam dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.
“Kegiatan ini sesuai arahan Pak Bupati, selalu pentahelix. Kita bekerja sama dengan berbagai dinas dan instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Inspektorat, Disdukcapil, Disnakertrans, Bapenda dan lainnya,” katanya.
Hari menjelaskan, Festival Literasi Sumedang 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan dan apresiasi, mulai dari lomba bertutur tingkat sekolah dasar, pembuatan dan review buku tingkat SMP dan SMA, lomba video konten hingga lomba perpustakaan desa terbaik.
Selain itu, terdapat pameran produk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dari Perpustakaan Desa Cibeureum Kulon dan Kelurahan Kotakulon, pameran buku dari IKAPI, gelar bicara, serta workshop digitalisasi UMKM bersama Saloka.
Ia mengatakan, ke depan para pelaku UMKM juga akan mendapatkan pendampingan, mulai dari pengemasan produk hingga pengelolaan keuangan.
“Pak Bupati untuk UMKM Saloka ini akan memberikan pendampingan, baik packaging maupun pengelolaan keuangan. Termasuk juga dukungan pembiayaan. Sudah disiapkan kurang lebih Rp700 juta sampai Rp1 miliar untuk UMKM,” ungkapnya.
Festival Literasi Sumedang tahun ini menargetkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan akademisi.
Hari menambahkan, kegiatan Festival Literasi Sumedang telah memasuki tahun kedua dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan dukungan berbagai pihak.
Bupati: Literasi Jadi Fondasi Masa Depan Sumedang
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa kegiatan literasi memiliki peran penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurut Dony, kehadiran para pelajar sejak pagi dalam Festival Literasi menunjukkan tingginya semangat generasi muda untuk belajar dan berkarya.
“Jangan anggap ini kecil. Pasti menjadi inspirasi. Saya ingin seperti yang di depan. Makanya harus dihadirkan di sini,” kata Dony.
Ia pun mengajak para pelajar yang hadir untuk terus membangun semangat belajar, berkarya dan mempersiapkan masa depan.
“Anak-anakku hadir di tempat ini dengan semangat belajar, semangat berkarya dan semangat menyiapkan serta membangun masa depannya,” ujarnya.
Dony menegaskan, masa depan Kabupaten Sumedang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
“Masa depan Sumedang tidak hanya ditentukan seberapa panjang jalan yang dibangun, tetapi masa depan Sumedang ditentukan oleh anak-anak yang hari ini hadir dan menyiapkan dirinya dengan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Menurutnya, literasi menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas SDM tersebut.
“Masa depan Sumedang dibangun dengan pondasi penyiapan kualitas sumber daya manusia kita. Apa fondasinya? Fondasinya adalah literasi,” katanya.
Dony menjelaskan, literasi bukan hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan mencari informasi, memahami, menulis dan menghitung.
Karena itu, ia berharap Festival Literasi Sumedang mampu menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat belajar dan berkarya sekaligus menginspirasi generasi muda agar terus meningkatkan kapasitas dirinya.
Selain Festival Literasi, rangkaian kegiatan pelayanan masyarakat yang digelar di lokasi tersebut juga mencakup mini job fair, pendaftaran perlindungan sosial, layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta pemeriksaan kesehatan gratis.
“Terima kasih kepada semuanya yang hadir di tempat ini,” pungkasnya.












