KANAL

​Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Bandung Targetkan 34 Kali Gelaran Pangan Murah Sepanjang 2026

×

​Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Bandung Targetkan 34 Kali Gelaran Pangan Murah Sepanjang 2026

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengakselerasi upaya pengendalian inflasi di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, program intervensi harga tersebut menyasar warga di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kamis (17/9/2026), dengan menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok bersubsidi di bawah harga pasaran.

​Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa GPM merupakan langkah konkrit pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan serta menekan laju inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

​”Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan agar inflasi tetap terkendali,” ujar Gin Gin di sela kegiatan.

​Berdasarkan catatan statistik terbaru, inflasi Kota Bandung pada Agustus 2026 terpantau berada di angka 0,32 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3,27 persen secara tahunan (year-on-year), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) menyentuh 111,50.

Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, cabai merah, hingga beras masih menjadi penyumbang utama inflasi, sementara komoditas lain seperti bawang merah dan minyak goreng sempat mencatatkan deflasi.

​Gin Gin menambahkan, pelaksanaan GPM ini sekaligus menjadi wujud dukungan nyata Pemkot Bandung terhadap program nasional Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dimotori oleh Badan Pangan Nasional.

​”Kegiatan ini juga menjadi sarana memperpendek rantai distribusi pangan dari produsen langsung kepada masyarakat. Kami melibatkan petani, peternak, kelompok tani, gabungan kelompok tani, distributor, Perum Bulog, ID Food, hingga pelaku usaha pangan lainnya,” tambahnya.

​Dalam giat GPM di Cibeunying Kidul tersebut, warga tampak antusias menyerbu sejumlah komoditas utama. Beras medium SPHP dipatok Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp26.000 per kilogram, serta minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter.

​Selain itu, tersedia pula daging ayam ras berkisar Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram, telur ayam ras Rp23.000 per kilogram, aneka cabai Rp48.000 sampai Rp60.000 per kilogram, serta paket sayuran segar serba Rp5.000

​Menariknya, GPM edisi kali ini tidak sekadar berfokus pada operasi pasar murah. DKPP Kota Bandung turut mengisinya dengan edukasi urban farming serta pembagian benih ikan gratis kepada 200 warga setempat.

​”Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri melalui pemanfaatan lahan dan budidaya sederhana di lingkungan masing-masing,” tegas Gin Gin.

​Rangkaian kegiatan pun kian semarak dengan adanya bazar yang menampilkan produk-produk unggulan dari kelompok Buruan SAE binaan DKPP Kota Bandung.

​Pemkot Bandung sendiri menargetkan gelaran GPM dapat dilaksanakan hingga 34 kali sepanjang tahun 2026 ini, berkat sinergi bersama DKPP Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia. Tercatat hingga pertengahan September ini, program serupa sudah sukses dihelat sebanyak 26 kali di berbagai wilayah kecamatan.

​”Sampai akhir tahun, kegiatan ini akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan dan perkembangan harga pangan di lapangan. Masih ada sejumlah kecamatan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan GPM,” pungkasnya.

Berdasarkan jadwal lanjutan, intervensi pasar murah ini bakal menyusul di antaranya ke wilayah Kecamatan Bojongloa Kidul, Cinambo, Sukasari, Babakan Ciparay, Astanaanyar, hingga Lengkong. (AM)