PESANTREN

SILATURAHMI, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah

×

SILATURAHMI, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah (IKAPPAS) menggelar silaturahmi dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Launching Pengajian Bulanan.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh sima’an alqur’an juga pembacaan kitab al barjanji di iringi tim hadroh alumni.

Ratusan alumni yang hadir di aula pondok pesantren Al-Hikamussalafiyyah bergemuruh menghangatkan suasana oleh lantunan ayat suci dan sholawat nabi, Sabtu (26/09/2026).

Ketua IKAPPAS, Kiai Apep Soheh, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada keluarga besar pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang telah memfasilitasi kegiatan para alumni.

“Terimakasih kepada pimpinan pesantren, yang sudah memberikan kesempatan, waktu kepada kita untuk kita berkumpul,” ucapnya.

Pada hakikatnya, kata Apep, berkumpul nya kita dengan para ulama, bertemu nya kita dengan guru kita itu seolah olah mengecas lagi.

“Kadangkala jika sengaja sendirian datang kepesantren untuk silaturahmi ada malu nya, berbeda dengan silaturahmi seperti ini,” pungkasnya.

Pimpinan pondok pesantren, kiai Sa’dulloh mengucapkan rasa syukur adanya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah saya bersyukur pada pagi menjelang siang ini kita bisa berkumpul, tos kabayang pasti kumpulan alumni teh sok hese rada diatur (sudah terpikir pasti setiap kegiatan alumnian susah untuk diatur),” ungkapnya.

Tapi saya bersyukur, lanjut Kiai Sa’dulloh, kegiatan alumni kali ini di bungkus dengan kegiatan maulid dan launching pengajian alumni, karena kegiatan seperti ini itu susah, apalagi sudah menjadi alumni.

Di era perkembangan zaman digitalisasi yang begitu pesat saat ini, apapun mudah untuk di dapatkan termasuk sebuah ilmu pengetahuan apapun tinggal tanyakan saja ke AI.

Dengan kondisi tersebut pimpinan pesantren menyuruh para alumni untuk berhati-hati terhadap konten-konten informasi yang tersebar.

“Dengan adanya AI ini jujur, sangat sulit membedakan apakah itu informasi yang betul-betul fakta atau hasil AI, maka dari itu kita perlu nasehat-nasehat dari para ulama dan guru-guru kita,” ujarnya.

Dikatakan, dengan perkembangan digitalisasi saat ini, memang ilmu itu mudah di dapatkan, namun yang menjadi tantangan sulit mendapatkan keberkahan.

“Jika bukan karena ingin mendapatkan keberkahan, ngapain para alumni jauh-jauh mau ngaji datang kesini?, padahal online juga bisa, ada aplikasi zoom, ada youtube dan yang lainnya. Persoalan bukan itu, namun untuk mendapat keberkahannya.” tegasnya.

Dalam penutupnya, pimpinan pesantren mengajak  pada para alumni yang hari ini tidak bisa hadir, mohon sempatkan untuk hadir. Ilmu itu bukan hanya karena kita bisa, tapi tiada lain soal keberkahannya yang langsung bertemu dengan guru-guru kita. ***