KABAR PEDESAAN

Bantu Pengairan Petani Desa Soge, Kuwu Ahmad Maulana Apresiasi Program Irpom Kementan

×

Bantu Pengairan Petani Desa Soge, Kuwu Ahmad Maulana Apresiasi Program Irpom Kementan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus menggenjot berbagai program strategis di bidang pertanian. Langkah ini dilakukan secara masif dan berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya lewat program Irigasi Perpompaan (Irpom) yang saat ini tengah digulirkan di seluruh pelosok Nusantara.

​Dampak positif program tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Melalui Kelompok Tani (Poktan) setempat, pengerjaan sarana Irpom tengah berjalan pesat. Jika pada tahap pertama Desa Soge hanya menerima alokasi untuk satu Poktan, kini di tahap kedua jumlah penerima manfaat melonjak menjadi empat kelompok tani.

​Kuwu Desa Soge, Ahmad Maulana, menyambut baik dan mengapresiasi penuh atas terealisasinya program Irpom di wilayahnya. Ia menilai, bantuan ini datang di waktu yang sangat tepat saat para petani membutuhkan kepastian pasokan air di tengah musim kemarau.

​”Adanya program Irpom ini sangat membantu mengatasi kendala pengairan petani di desa kami. Selama ini pompanisasi cukup sulit, padahal kita punya potensi seperti Kali Beji dan Kali Perawan. Karena air sulit naik, ini jadi PR besar bagi Pemdes. Sebelum ada Irpom, petani benar-benar kesulitan mencari air,” ungkap Kuwu Ahmad saat di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026) pagi.

​Lebih lanjut, Kuwu Ahmad berharap adanya perhatian berkelanjutan dari dinas terkait demi melengkapi sarana pendukung pertanian di desanya.

​”Harapan saya ke depan, para petani bisa mendapatkan bantuan sarana dan prasarana yang memadai dari pihak DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian). Dengan begitu, program pengairan bisa berjalan optimal demi memaksimalkan hasil panen,” harapnya.

​Tak sekadar menerima bantuan, Kuwu Ahmad Maulana juga menegaskan komitmennya dalam mengawal ketat proses pengerjaan di lapangan. Ia memantau langsung realisasi fisik Irpom agar dikerjakan sesuai spesifikasi dan tidak asal-asalan.

​”Kami dari Pemdes melakukan pengawasan ketat. Saya tidak mau program pemerintah ini dikerjakan asal-asalan atau menyalahi aturan. Sebab jika tidak sesuai ketentuan, yang dirugikan tentu petani, dan Pemdes yang nantinya harus bertanggung jawab,” tegasnya.

​Untuk diketahui, program Irigasi Perpompaan (Irpom) merupakan program andalan Kementan RI untuk memperluas akses pengairan, memitigasi wilayah rawan kekeringan, serta meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Pada tahun 2026, Kementan menargetkan pembangunan sebanyak 17.400 unit Irpom dan 3.500 unit Irigasi Perpipaan (Irpip) di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Indramayu. (Mansur Kurdi)