PENDIDIKAN

Gandeng Kedubes Tiongkok, Pemkot Bandung Resmikan Pusat Bahasa Mandarin untuk Perkuat Ekosistem Pendidikan

×

Gandeng Kedubes Tiongkok, Pemkot Bandung Resmikan Pusat Bahasa Mandarin untuk Perkuat Ekosistem Pendidikan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kota Bandung kembali menegaskan eksistensinya sebagai kota pendidikan sekaligus wadah keberagaman budaya. Komitmen tersebut terwujud lewat peresmian Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan yang berlokasi di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026).

​Peresmian fasilitas strategis ini ditandai langsung oleh Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie. Hadir pula mendampingi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan serta Koordinator Kegiatan Masyarakat Tionghoa Peduli yang juga Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Herman Widjaja.

​Kehadiran pusat pendidikan ini merupakan buah dari dukungan hibah Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Diplot sebagai ruang belajar bahasa, fasilitas anyar ini sekaligus diproyeksikan menjadi jembatan kokoh bagi pertukaran budaya serta pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas beroperasinya pusat pembelajaran tersebut. Menurutnya, penguasaan bahasa asing merupakan instrumen krusial dalam memperluas cakrawala pengetahuan serta kecerdasan masyarakat.

​”Pengetahuan bahasa, khususnya bahasa asing, akan menambah khazanah kecerdasan orang Bandung untuk belajar bahasa asing,” ujar Farhan di sela-sela kegiatan.

​Lebih lanjut, Farhan menilai kehadiran pusat pembelajaran bahasa Mandarin ini memiliki dimensi strategis sebagai instrumen people-to-people diplomacy atau diplomasi antarwarga. Berbeda dengan jalur formal kenegaraan, pendekatan kultural ini memungkinkan masyarakat kedua belah pihak merajut persahabatan serta hubungan kebudayaan secara lebih cair dan langsung.

​Ia berharap, keberadaan pusat pembelajaran tersebut kian merekatkan ikatan emosional antara warga Bandung dan Tiongkok.

Terlebih, Kota Kembang selama ini telah membangun rekam jejak kerja sama yang erat dengan sejumlah kota di Tiongkok melalui skema sister city.

​Menariknya lagi, Pemkot Bandung juga membuka peluang lebar bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung untuk ikut memanfaatkan fasilitas pembelajaran bahasa Mandarin ini.

​”Kita coba saja. Nanti kita lihat kalau memang memungkinkan kenapa tidak? Pengetahuan bahasa asing tentu sangat berguna. Apalagi bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional yang digunakan di banyak negara,” tandasnya.

​Farhan meyakini, eksistensi pusat pembelajaran ini bakal semakin memperkaya ekosistem pendidikan Kota Bandung, sekaligus membuka lebar peluang kolaborasi pertukaran pelajar dan mahasiswa ke depan.

​Ia mencontohkan, mahasiswa asal Tiongkok yang berkeinginan menempuh studi di Bandung dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mendalami bahasa Indonesia.

Sebaliknya, putra-putri daerah yang berencana melanjutkan jenjangpendidikan ke negeri tirai bambu bisa melakukan persiapan matang dengan mempelajari bahasa Mandarin terlebih dahulu di Bandung.
​”Ini adalah sebuah bentuk pertukaran yang akan sangat memberikan prospek baik di masa depan,” imbuhnya.

​Sementara itu, Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie, menegaskan bahwa fasilitas pembelajaran ini bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa sekat latar belakang maupun batasan usia.

​Pihaknya memastikan, pintu pusat pembelajaran terbuka lebar tidak hanya bagi warga keturunan Tionghoa, melainkan juga masyarakat umum hingga kalangan ASN yang berminat mendalami bahasa Mandarin.

​”Siapa pun, baik warga keturunan Tionghoa maupun saudara-saudara warga Indonesia mulai dari anak muda hingga pegawai negeri, selama mencintai bahasa Mandarin dapat mendaftar dan belajar di sini,” pungkas Zheng Jie. (AM)